Suara.com - PT Frisian Flag Indonesia (FFI) ternyata ikut kecipratan proyek makan bergizi gratis garapan pemerintah baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Frisian Flag digadang-gadang menjadi salah satu vendor utama dalam menyediakan produk susu yang menjadi menu dalam program tersebut.
Presiden Direktur Frisian Flag Indonesia Berend van Wel mengakui hal itu, dia bilang pihaknya bakal melakukan Kick Off Program Kolaborasi dengan proyek percontohan program makan bergizi gratis pada bulan Agustus 2024 mendatang.
"Ini merupakan dukungan terhadap agenda pemerintah terpilih dalam menyediakan nutrisi yang berkualitas bagi anak-anak dan ibu," kata Berend van Wel usai meresmikan salah satu pabrik anyarnya di Cikarang, Jawa Barat pada Selasa (3/7/2024).
Dalam uji coba ini Frisian Flag bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR), untuk dapat menjangkau 10 sekolah di Cikarang yang memberikan manfaat bagi lebih dari 2.000 siswa setiap harinya hingga Desember 2024," kata Berend.
Untuk pilot project ini, dia memastikan pihaknya akan berkontribusi menyalurkan susu segar berkualitas yang menjadi salah satu komponen pendukung dalam program makan bergizi gratis.
Dalam program andalan kampanye Prabowo-Gibran itu sedikitnya akan menyasar 83 juta anak sekolah dengan kebutuhan lebih dari 6 juta ton beras, 1 juta ton daging ayam, dan 4 juta kiloliter susu sapi segar setiap tahunnya.
PT Frisian Flag Indonesia sendiri adalah salah satu perusahaan susu terbesar di Indonesia yang memproduksi susu bernutrisi dengan merk FRISIAN FLAG®, FRISO®, SUSU BENDERA®, dan OMELA® untuk anak-anak dan keluarga selama hampir 100 tahun sejak tahun 1922.
PT Frisian Flag Indonesia adalah bagian dari salah satu koperasi susu terbesar di dunia, FrieslandCampina yang berpusat di Belanda. Dengan mempekerjakan lebih dari 2,000 karyawan di seluruh Indonesia dan memiliki 2 fasilitas produksi di Pasar Rebo dan Ciracas Jakarta Timur yang memproduksi berbagai produk susu untuk memenuhi gizi keluarga Indonesia.
Baca Juga: Ini Bacaan Doa Minum Susu 1 Muharram, Apa Hukum dan Keutamaannya?
Semua ini dimulai ketika susu dengan merek Friesche Vlag mulai diimpor dari Cooperatve Condensfabriek Friesland, yang kini telah menjadi Royal FrieslandCampina, pada tahun 1922.
FrieslandCampina merupakan koperasi peternak sapi perah terbesar dunia yang berpusat di Belanda dan beranggotakan 17.413 peternak sapi perah di Belanda, Jerman, serta memiliki 23.816 karyawan di 100 perusahaan di seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week
-
SPBU Swasta Naikkan Harga BBM, Pertamina Bakal Ikutan?
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi Strategis, Potongan Komisi Ojol Ditarget Turun Jadi 8 Persen