Suara.com - Perkembangan teknologi yang begitu pesat membawa berbagai perubahan dalam kehidupan kita. Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) salah satunya, membawa kemudahan jika dimanfaatkan dengan tepat.
Sehubungan dengan hal tersebut, Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik (TKKKP), Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melaksanakan “Bimbingan Teknis Pemanfaatan AI dalam Produksi Konten bagi Pengelola Media Sosial dan Humas”.
Dampak dari perkembangan teknologi, dijelaskan Direktur TKKKP Kemenkominfo, Hasyim Gautama, sangat signifikan bagi pemangku swasta dan pemerintah. Baik dari sisi teknologi, kebijakan, maupun dinamika sosial. Hasyim menyebut bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk mampu menyesuaikannya dengan pola kerja sehari-hari.
Pemerintah sejalan dengan hal tersebut, telah berkomitmen untuk menggunakan teknologi dan aplikasi berbasis teknologi untuk efisiensi administrasi dan pelayanan publik yang lebih baik. Sebagai contoh Hasyim menyebutkan telah adanya pemanfaatan AI, analitika data dan komputasi awan, sistem informasi pelayanan publik seperti SIMPHONI (Sistem Informasi Manajemen Pranata Humas yang Profesional dan Inovatif) dan e-government.
“Konteks komunikasi pemerintahan di keberadaan AI ini, berpotensi untuk membantu humas pemerintah dalam merancang strategi komunikasi yang efektif. Oleh sebab itu, humas pemerintah harus memastikan bahwa AI dapat digunakan mengacu pada data yang berkualitas,” jelas Hasyim ditulis Senin (22/7/2024).
Mendukung hal tersebut, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Bali yang diwakili oleh Sekretaris Diskominfo Provinsi Bali, Dewa Rai Rustina, menyampaikan bahwa lewat AI dan perkembangan teknologi dapat mempercepat proses penciptaan konten, mengoptimalisasi analisis data dan mempersonalisasi pesan yang akan disampaikan ke audiens.
Bimbingan Teknis terkait pemanfaatan AI kali ini menghadirkan dua narasumber yang mumpuni di bidangnya yakni Director of AI Innovation KORIKA, Andreas Tjendra dan Principal of Indonesia Applied Digital Economy & Regulatory Network (IADERN), Tuhu Nugraha.
Pada sesi awal bertema “Pemanfaatan AI dalam Komunikasi Pemerintah”, Andreas Tjendra menyampaikan bahwa kehadiran AI dapat mendukung efektivitas dan efisiensi. Sehingga, akan sangat bermanfaat meski Indonesia tertinggal beberapa tahun dalam perkembangan AI.
“AI membuat sesuatu jadi faster, better, dan cheaper. Adopsi AI ada di mana-mana, konten-konten kita bahkan diarahkan oleh AI,” ucap Andreas.
Baca Juga: Cara Mudah Membuat Viggle AI Joget: Aplikasi Bikin Foto Jadi Video Joget yang Viral
Terkait dengan pembuatan konten, Andreas mengingatkan pentingnya menggunakan prompt atau instruksi yang tepat dalam menggunakan AI. Juga, perlu melakukan cek ulang dari berbagai referensi karena keterbatasan AI dalam mengolah data-data yang ada. Penting pula untuk menyertakan sumber informasi atau data yang digunakan bagi konten-konten yang telah diintegrasikan dengan AI.
“Kita harus menyadari bahwa kapabilitas AI sangat membantu kita, namun jangan menyalahgunakannya dalam bentuk hoaks,” ucap Andreas.
Cara kerja AI sangatlah berbasis data, sehingga kinerjanya sangat ditentukan oleh kesiapan data yang mumpuni. Jika data kurang memadai, Andreas menyebut hasil yang muncul juga tidak optimal. Bahkan, dapat terjadi prediksi yang tidak akurat hingga menyebabkan kerugian.
Berbicara tentang AI, tentunya membutuhkan teknologi yang relevan dengan komunikasi publik. Beberapa yang dapat digunakan oleh pemerintah seperti Natural Language Programming (NLP), machine learning, juga chatbot dan asisten virtual, demikian dijelaskan oleh Tuhu Nugraha pada sesi kedua yang bertema “Praktik Pemanfaatan AI dalam Komunikasi Pemerintah”.
“Chatbot generasi terbaru yang sudah masuk dengan generative AI dan ditempel oleh ChatGPT, bisa menjawab sesuai dengan yang kita mau, bukan hanya template sehingga ada percakapan, namun risikonya juga ada,” jelas Tuhu.
Penggunaan AI diakui Tuhu memberikan banyak manfaat, namun ia mengingatkan soal pentingnya transparansi dalam menggunakannya supaya publik mengetahui yang mana konten atau fitur yang menggunakan AI. Selain itu, diperlukan integrasi AI dengan sistem yang ada dan pelatihan dalam menggunakannya supaya tidak terjadi kekeliruan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi
-
Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?
-
Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!
-
Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil
-
Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya
-
Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK
-
DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus
-
Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI