Suara.com - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF), pemilik merek GPS Tracker Fox Logger, memperkenalkan inovasi terbaru mereka: dashcam berbasis AI.
Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan pasar, tetapi juga membawa angin segar bagi industri logistik truk dan pengguna kendaraan pribadi yang semakin menyadari pentingnya keselamatan berkendara.
Menurut Alamsyah Cheung, Direktur Utama PT Sumber Sinergi Makmur Tbk, teknologi berbasis AI menjadi tren dunia yang memberikan berbagai manfaat signifikan.
Di industri GPS tracker, AI diterapkan pada produk dashcam untuk meminimalisasi risiko kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian pengemudi, seperti mengantuk, tidak konsentrasi, atau bahkan tertidur saat berkendara.
Fox Logger menargetkan produk ini untuk industri logistik truk, pengemudi perusahaan, dan pengemudi pribadi. Keunggulan utama dari dashcam berbasis AI Fox Logger adalah harganya yang sangat kompetitif, menjadikannya pilihan yang menarik di pasar.
"Harga kami yang termurah di pasar," jelas Alamsyah Cheung, menegaskan bahwa inovasi ini dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat dan industri.
Dengan dashcam berbasis AI ini, pengguna dapat memantau kondisi pengemudi secara real-time melalui video, memberikan pandangan yang lebih hidup dibandingkan tampilan peta konvensional.
Teknologi ini memungkinkan pemantauan yang lebih mendetail dan respons cepat terhadap situasi darurat, sehingga mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Fox Logger menargetkan pemasaran produk ini ke 10.000 kendaraan pada tahap awal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keselamatan di jalan raya, khususnya bagi kendaraan komersial yang sering terlibat dalam perjalanan jarak jauh.
Baca Juga: IOTF Luncurkan Locater, Inovasi Dalam Teknologi Pelacakan Pribadi
Menurut Alamsyah, peluncuran dashcam berbasis AI ini menunjukkan komitmen Fox Logger dalam menghadirkan solusi inovatif yang meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.
“Teknologi yang dikembangkan tidak hanya memantau tetapi juga memberikan analisis mendalam untuk memastikan pengemudi tetap waspada dan bertanggung jawab di jalan,” ujarnya.
Alamsyah juga menegaskan bahwa melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, Fox Logger berupaya untuk menjadi pemimpin di industri GPS tracker dan teknologi berkendara, memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan keselamatan di jalan raya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI
-
Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG
-
Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN
-
Tren Lari Melejit, Kesadaran Asuransi di Kalangan Pelari Ikut Meningkat
-
Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?
-
Demonstrasi Mahasiswa Bikin Rupiah Kembali Menguat
-
Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
-
Sinyal Cuan Piala Dunia 2026: 7 Saham Indonesia yang Berpotensi Cetak Gol untuk Investor
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya