Suara.com - Dalam menghadapi era yang didominasi oleh perkembangan teknologi, Hukumonline secara resmi meluncurkan Ask Hukumonline AI, platform AI generatif pertama di Indonesia yang dirancang untuk mempermudah riset hukum.
Inovasi ini menandai langkah maju dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memberikan solusi hukum yang lebih cepat, akurat, dan efisien.
“Perubahan adalah suatu kebutuhan, dan teknologi AI hadir sebagai kunci dalam menciptakan efisiensi di berbagai industri, termasuk hukum,” ujar Chief Executive Officer Hukumonline Arkka Dhiratara ditulis Senin (23/9/2024).
Ia mengungkapkan, Ask Hukumonline AI tidak hanya mempercepat proses riset, tetapi juga memberikan jawaban yang lebih komprehensif dan mudah dipahami oleh para pengguna, baik itu praktisi hukum, akademisi maupun para profesional.
Berawal di tahun 2017, ketika itu Hukumonline mengembangkan Advance Search sebagai fitur pencarian cepat. Kemudian pada 2018, Hukumonline meluncurkan Legal Intelligence Assistant sebagai chatbot pertama bidang hukum di Indonesia.
Seiring berjalannya waktu, Hukumonline di tahun 2020 mengembangkan AI untuk Regulatory Compliance System sebagai sistem pemantauan kepatuhan hukum bagi perusahaan dan institusi lainnya.
Hingga kemudian pada tahun 2023, Hukumonline melahirkan cikal bakal dari Ask Hukumonline AI melalui iterasi awal dalam pemanfaatan Generative AI pada knowledgebase Hukumonline.
Ask Hukumonline AI kemudian menjalani tahapan pengujian dan validasi, yang dilanjutkan dengan try out ujian profesi advokat dan soal-soal ujian Hukum Pasar Modal. Hasilnya, Ask Hukumonline AI lulus dalam ujian-ujian tersebut.
Ask Hukumonline AI juga telah menjalani pengujian oleh beberapa expert, dan akhirnya disempurnakan hingga akhirnya dirilis secara resmi pada hari ini.
Melalui Ask Hukumonline AI, pengguna dapat mengajukan pertanyaan hukum yang kompleks dan mendapatkan jawaban dalam hitungan detik, mempercepat proses riset yang selama ini memakan waktu dan tenaga.
Ask Hukumonline AI hadir sebagai solusi atas tantangan riset hukum di Indonesia, yang sering kali terbentur oleh keterbatasan waktu dan banyaknya informasi yang harus disortir secara manual.
“Kami percaya, hadirnya Ask Hukumonline AI merupakan lompatan besar dalam riset hukum di Indonesia,” tambah Arkka.
Ia pun mengungkapkan bahwa platform ini adalah wujud komitmen Hukumonline untuk terus berinovasi dan menyediakan layanan yang relevan bagi para pengguna.
Meski AI memiliki kemampuan luar biasa dalam hal efisiensi, Arkka menekankan bahwa hasil terbaik tetap akan dicapai melalui kolaborasi antara teknologi dan keahlian manusia. Hukumonline memastikan bahwa Ask Hukumonline AI berfungsi sebagai alat bantu yang memperkaya pengalaman manusia, bukan menggantikannya.
Dengan peluncuran ini, Hukumonline mengukuhkan posisinya sebagai pelopor inovasi dalam bidang hukum di Indonesia. Ke depan, Hukumonline berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berbasis teknologi yang menjawab kebutuhan dunia hukum yang terus berkembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya