Suara.com - Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Ketenagakerjaan melakukan kunjungan kerja ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Malaysia, beberapa waktu yang lalu. Hal ini sebagai evaluasi atas fungsi dan kinerja dari Atase Ketenagakerjaan di Malaysia.
Inspektur Jenderal Kemnaker, Roni Dwi Susanto mengatakan, kunjungannya ke Malaysia untuk memastikan semua pelayanan dan pelindungan dari Atase Ketenagakerjaan optimal bagi para pekerja migran Indonesia di negara penempatan.
"Hasil evaluasi kunker kami diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pelindungan dan penanganan persoalan yang dihadapi pekerja migran di Malaysia," ucap Irjen Roni Dwi Susanto, dalam keterangan persnya pada Senin, (21/10/2024).
Dalam kunker tersebut, Irjen Roni juga mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono. Dalam pertemuan tersebut, ada banyak hal yang dibahas, salah satunya tentang isu-isu yang berkaitan terhadap kondisi pekerja migran Indonesia di Malaysia, termasuk permasalahan hak-hak pekerja migran Indonesia.
Selain pertemuan dengan Dubes, Irjen Roni juga berkesempatan melihat shelter bagi pekerja migran Indonesia yang sedang memiliki permasalahan di negara penempatan.
"Saya minta segala permasalahan yang dialami pekerja migran Indonesia, dapat segera diselesaikan dengan cepat oleh Atase Ketenagakerjaan," katanya.
Berita Terkait
-
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2024, Kemnaker Komitmen Perkuat Jaga Mental Health Pekerja
-
Masyarakat Perlu Waspada, Banyak Seliweran Loker Palsu, Ini Ciri-cirinya
-
Di Akhir Masa Jabatan, Menaker Luncurkan Buku Transformasi Ketenagakerjaan Menyentuhkan Optimisme Indonesia Maju
-
Lantik Lima Pejabat Tinggi Pratama, Menaker: Pimpinan Jadi Ujung Tombak Tentukan Eksekusi Kebijakan
-
TKM Pemula dan TKM Lanjutan Ciptakan Wirausaha Mandiri dan Produktif, Menaker: Semoga Membuka Banyak Peluang Kerja
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!
-
Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!