Suara.com - 129 Tahun, BRI Akan Terus Menjadi Brilian dan Cemerlang untuk Indonesia
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. merayakan ulang tahunnya yang ke-129 tahun. Perjalanan yang sangat lama pastinya memiliki sejarah yang luar biasa.
Sebagai lembaga keuangan yang unggul dan terpercaya, BRI menegaskan komitmennya untuk selalu memberikan yang terbaik dan berdampak positif bagi masyarakat Indonesia.
Dalam perjalanannya, BRI bertransformasi menjadi pilar penting untuk mendukung ekonomi masyarakat. Melalui semangatnya, BRI telah menciptakan peluang-peluang baru bagi jutaan masyarakat di seluruh Indonesia dan membuktikan bahwa dirinya mampu melampaui batas dan menaklukan tantangan zaman.
Pencapaian luar biasa yang BRI lakukan sangat signifikan, dan hal tersebut dapat dilihat sebagai berikut:
1. 1 juta Agen BRILink tersebar di seluruh penjuru Indonesia, yang memperkuat layanan keuangan hingga ke daerah terpencil.
2. 33 ribu klaster usaha melalui Program Klasterku Hidupku yang dapat membantu pemberdayaan UMKM.
3. 3,957 Desa BRILian yang diberdayakan sehingga mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh di pedesaan.
4. 1000 Gerai Sentra Layanan Ultra Mikro yang mendukung pengembangan usaha mikro.
5. 176 juta Nasabah Simpanan dan 35,5 juta Nasabah Pinjaman yang membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap BRI.
6. 37,14 Juta pengguna BRImo, aplikasi perbankan digital BRI yang merupakan bukti keberhasilan transformasi digital perusahaan.
Tidak hanya pencapaian di dalam negeri, BRI juga memiliki pencapai atau pengakuan dari dunia internasional dengan dua penghargaan bergengsi, yaitu:
1. Forbes 2024 Global 2000 Sebagai perusahaan The largest Company in Indonesia.
2. The Banker TOP 1000 World Banks 2024 #1 Bank in Indonesia.
Nilai kosistensi dan komitmen inilah yang menjadi motivasi BRI dalam Menghadirkan bebagai terobosan baru. Melalui semangat "BRILlian dan Cemerlang untuk Indonesia," BRI terus melangkah maju, memperkuat posisi sebagai mitra keuangan terpercaya yang tidak hanya memberikan layanan tetapi juga memberdayakan masyarakat Indonesia.
Berita Terkait
-
Beri Kado HUT ke-129 untuk Pemegang Saham, BRI Bagikan Dividen Interim Sebesar Rp20,46 Triliun
-
Kado Tahun Baru dari BRI, Tebar Dividen Rp20,4 Triliun ke Investor
-
Top Up Voucher Mobile Legends di BRImo, Bikin Skin Incaramu Semudah Jentikan Jari
-
BRI Boyong 4 Penghargaan di Ajang CNBC Indonesia Awards 2024
-
Belanja Bulanan Tanpa Repot, Sabrina Siap Berikan Rekomendasi Lokasi Supermarket Terdekat
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru