Suara.com - Sinterklas identik dengan Natal yang sangat ditunggu-tunggu oleh siapapun, terutama anak-anak. Hal ini membuat pekerjaan menjadi Sinterklas sangat diminati oleh banyak orang.
Apalagi, pekerjaan tersebut ternyata memiliki gaji yang tinggi. Hal itu diungkapkan oleh Tim Connaghan yang merupakan agensi untuk mendaftar sebagai Sinterklas.
Agensi itu sudah selama lebih dari 50 tahun dan telah melatih 5.000 Sinterklas di sekolah Sinterklasnya.Ia telah menjadi Sinterklas bagi ribuan orang di pesta liburan perusahaan, parade Natal, dan bahkan untuk Mariah Carey.
Pekerjaan ini disertai dengan serangkaian keterampilan, kualifikasi, dan seragam yang unik. Salah satunya keterampilan, dedikasi, dan pelatihan berkelanjutan untuk menciptakan momen ajaib yang dilakukan Sinterklas bagi anak-anak dan keluarga.
“Anda mewakili sesuatu yang ajaib, sesuatu yang memiliki semangat yang membuat orang-orang suka berkata, ‘Wow, hebat," ujar Adrian Walker dilansir Huffingtonpost, Minggu (22/12/2024).
Walker mengatakan bahwa ia dibayar antara 8.000 dollar AS hingga dan 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 128 -160 juta pada musim liburan. Ia memperkirakan bahwa Sinterklas bisa dapat dibayar antara Rp 1,6 miliar jika dipanggil ke rumah orang terkaya atau selebritas papan atas.
Selain itu, semua Sinterklas yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka tidak melakukan pekerjaan itu demi uang. Sebab, menjalani pekerjaan ini sangat menyenangkan dengan berbagi kasih.
"Ini tentang kegembiraan liburan, dan terus menunjukkan kegembiraan itu setiap hari kepada orang-orang yang Anda temui," imbuhnya.
Namun, Sinterklas bekerja keras untuk memberikan perhatian penuh kepada setiap anak. "Ketika seorang anak berdiri di sana, dan Anda tahu mereka ingin memberi tahu Anda sesuatu, saya menghentikan semuanya dan berbicara kepada mereka," tandasnya.
Baca Juga: Tidak Ada Kenaikan Gaji, Pekerja Starbucks Mogok Kerja
Berita Terkait
-
Gubsu Bobby Nasution Resmikan Wings Air Terbang ke Madina, Perkuat Konektivitas
-
Gaji Kepala Daerah Mau Naik, Pakar UGM: Bagaimana Nasib Guru dan Nakes?
-
Wacana Gaji Naik saat OTT Marak, Solusi Palsu Korupsi Kepala Daerah
-
Isu Gaji Manajer KDMP Capai Rp16 Juta Sebulan, dari Mana Sumbernya?
-
Sudah 26 Tahun Tak Berubah, Mendagri Beri Lampu Hijau Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis