Suara.com - Memiliki emas memang menjadi pilihan yang diambil banyak orang untuk berinvestasi. Tidak hanya itu, emas juga diolah menjadi perhiasan dengan nilai tinggi di pasaran. Sekilas tentang harga emas perhiasan 70 persen hari ini, Selasa 4 Februari 2025, dapat Anda cermati di sini.
Dinamika harga emas sendiri terus terjadi karena banyak faktor. Terkadang harganya mengalami penurunan sehingga memancing pembelian dari masyarakat, namun tak jarang harganya meningkat dan dianggap sebagai momen tepat untuk melakukan pencairan aset investasi ini.
Harga Emas Perhiasan 70 Persen
Diketahui harga emas perhiasan sejak tiga hari belakangan mengalami stagnasi pasca perayaan Imlek. Harga yang tercantum saat ini adalah Rp8,6 juta per suku. Sementara itu harga emas per gram juga mengalami kenaikan hingga berada di angka Rp1,320,000 per gram.
Harga yang dituliskan di atas menjadi rekor harga tertinggi sepanjang masa. Untuk harga emas perhiasan 92 persen per suku sendiri mengacu pada emas perhiasan dengan berat 6,7 gram dengan kadar 22 karat. Sementara itu untuk harga emas perhiasan 70 persen berada di angka Rp1,231,000 hingga Rp1,235,000 per gram pada kadar 17 karat.
Harga emas perhiasan sebenarnya dipengaruhi oleh berbagai hal. Selain tentu harga emas secara umum untuk setiap gramnya, harga emas perhiasan juga dipengaruhi oleh kadar emas yang berada di dalam perhiasan tersebut.
Beberapa perhiasan memiliki kadar emas 8 karat, kemudian 17 karat, dan 22 karat. Masing-masing memiliki nilai per gram yang berbeda-beda, sementara kadar emas tertinggi adalah pada tingkat karat. Perhiasan emas tidak menggunakan kadar 24 karat karena pada kadar ini emas terlalu lunak sehingga mudah mengalami perubahan bentuk. Maka dari itu bahan-bahan tertentu dicampurkan untuk meningkatkan daya tahannya, agar lebih awet ketika digunakan.
Semakin Lama Disimpan Semakin Untung?
Emas sebagai sarana investasi dipandang menguntungkan karena hanya memiliki beberapa faktor negatif yang memiliki risiko kecil. Pasalnya setiap waktu emas selalu mengalami kenaikan harga, sehingga ketika dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama emas dapat dipastikan memberikan total rupiah yang lebih besar ketika dijual di kemudian hari.
Baca Juga: Harga Emas Meroket! Masyarakat Ramai-ramai Jual Perhiasan Demi Cuan
Diperlukan strategi dan waktu pembelian serta penjualan yang tepat agar dapat memperoleh keuntungan maksimal dari investasi ini. Jadi selalu cermati perkembangan harga emas terbaru agar tidak sampai kehilangan momen.
Itu tadi sekilas penjelasan mengenai harga emas perhiasan 70 persen hari ini, semoga bermanfaat.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris