Suara.com - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) dengan kode saham GOOD menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Arosa Hotel Jakarta. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi Paparan Publik secara hybrid yang dilaksanakan di kantor pusat Garudafood, Jakarta Selatan.
RUPST dan RUPSLB Garudafood dihadiri oleh Hartono Atmadja selaku Dewan Komisaris, Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Ph.D dan Andi Chandra selaku Komisaris Independen, Hardianto Atmadja sebagai Direktur Utama, dan jajaran direksi lainnya seperti Fransiskus Johny Soegiarto, Robert Chandrakelana Adjie, Johannes Setiadharma, dan Swadheen Sharma.
Dalam agenda utama RUPST kali ini, Garudafood memaparkan kinerja gemilang yang berhasil diraih sepanjang tahun 2024. Garudafood mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp687,19 miliar, meningkat sebesar 14,25% dibandingkan dengan pencapaian pada tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan tahun 2024 sebagai salah satu tahun dengan pencapaian terbaik dalam sejarah Garudafood.
“Tahun 2024 menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan Garudafood. Pencapaian laba bersih tertinggi sepanjang sejarah Garudafood ini mencerminkan efektivitas strategi kami dalam menjaga keseimbangan antara inovasi, efisiensi operasional, dan komitmen terhadap keberlanjutan,” ujar Hardianto Atmadja, Direktur Utama Garudafood dalam keterangannya dikutip Jumat (25/4/2025).
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian tersebut, RUPST memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp9,5 per saham, setara dengan Rp350,33 miliar atau sekitar 56,10% dari laba bersih yang diperoleh sepanjang tahun buku 2024. Dividen tersebut dijadwalkan untuk dibayarkan pada 21 Mei 2025 kepada seluruh pemegang saham yang terdaftar pada Daftar Pemegang Saham per 7 Mei 2025.
Pada kesempatan yang sama, Hardianto Atmadja mengungkapkan bahwa segmen makanan dalam kemasan berperan penting dalam kontribusi terhadap total penjualan perusahaan, yakni sebesar 87,76%. Sektor ini tumbuh sebesar 14,19% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Penjualan dalam negeri masih mendominasi kinerja Garudafood secara keseluruhan dengan kontribusi sebesar 96,88% dari total pendapatan bersih perusahaan. Pada 2024, penjualan domestik tercatat meningkat sebesar 16,37% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023. Di sisi lain, penjualan ekspor Garudafood tetap menunjukkan perkembangan yang positif dengan kenaikan sebesar 6,73% dibandingkan tahun sebelumnya.
Garudafood terus menunjukkan performa solid sepanjang 2024, dengan fokus pada ekspansi strategis dan penguatan pilar keberlanjutan. Garudafood mendorong pelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial melalui beragam inisiatif baru serta peningkatan program yang telah berjalan.
Garudafood juga sukses mengeksekusi strategi merger dan akuisisi secara tepat sasaran, yang tidak hanya memperluas jangkauan usaha namun juga memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Capaian kinerja yang solid ini turut mendapatkan pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan bergengsi, termasuk ‘Fortune Southeast Asia 500’ dan ‘Newsweek World’s Most Trustworthy Companies’.
Baca Juga: IHSG Akhirnya Terkoreksi di Akhir Perdagangan Hari Ini, Setelah Lama Nyaman di Zona Hijau
Mengawali tahun 2025, Garudafood terus menjalankan strategi jangka panjang yang selaras dengan kepentingan para pemangku kepentingan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Garudafood, Fransiskus Johny Soegiarto di sela-sela Paparan Publik Garudafood.
“Menghadapi tahun 2025, Garudafood akan melanjutkan fokus pada inovasi produk, proses bisnis, intensifikasi pasar, penetrasi ke sektor jasa makanan dan transformasi digital melalui pemanfaatan AI (artificial intelligence) untuk menunjang operasional bisnis. Selain itu, Garudafood juga akan terus mengoptimalkan rantai pasok, mengadopsi praktik berkelanjutan, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi untuk menjaga daya saing dan mempertahankan momentum pertumbuhan,” papar Fransiskus Johny Soegiarto.
Sedangkan agenda RUPSLB menyetujui pembelian kembali atas saham Perseroan yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dalam jumlah maksimum sebesar Rp50 miliar dengan perkiraan saham yang dibeli adalah sebesar 0,35% atau sebanyak 130.562.827 lembar saham dari total saham yang dikeluarkan oleh Perseroan.
Pada RUPSLB juga menyetujui pengangkatan komisaris baru, Haijiang Gu, menggantikan Donald Reginald Gadsden.
Berikut susunan anggota komisaris dan direksi terbaru PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk:
Dewan Komisaris
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an
-
Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO
-
Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking
-
Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!
-
Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!