Suara.com - Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah kembali menjadi pusat penyelenggaraan perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE/2025. Puluhan ribu umat Buddha dari berbagai negara dan daerah di Indonesia memadati Candi Borobudur secara khusyuk mengikuti rangkaian acara peringatan Waisak 2025.
Tak hanya itu, kehadiran festival lampion dan atraksi drone show yang menceritakan perjalanan sang Buddha membuat langit Borobudur semakin cantik dan menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitar untuk berbondong-bondong turut menyaksikan. Perayaan ini merupakan hasil kolaborasi InJourney dengan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dengan dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
“InJourney mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan serta partisipasi aktif masyarakat yang telah membantu kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Waisak 2569 BE/2025. Antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap penyelenggaraan Waisak tahun ini semakin mengukuhkan Candi Borobudur sebagai destinasi pariwisata kultural spiritual yang tak hanya menjadi simbol dalam menjaga warisan budaya dunia namun lebih dari itu, melalui Waisak ini Candi Borobudur menjadi representasi untuk membuktikan bahwa pariwisata Indonesia mampu mengedepankan nilai-nilai toleransi, keharmonisan, dan kebhinekaan,” tutur Maya Watono, Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.
Perayaan Waisak di Candi Borobudur juga diikuti 36 bhikkhu dari berbagai negara seperti Thailand, Kamboja, Malaysia, USA yang sebelumnya melakukan ritual Thudong sejauh 2.600 km dari Thailand menuju Indonesia.
Ritual Thudong merupakan perjalanan spiritual yang dilakukan biksu dengan berjalan kaki sejauh ribuan kilometer sebagai bentuk penerapan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan ketabahan. Ritual thudong Waisak 2025 diawali di Bangkok pada 6 Februari 2025. Mereka tiba di Candi Borobudur pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Rangkaian acara Waisak 2025 dimulai dengan pengambilan Api Dharma dan Air Suci. Pengambilan Api Dharma dilakukan di Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, sementara pengambilan Air Suci dilakukan di Umbul Jumprit, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Selanjutnya dilakukan kirab ke Candi Borobudur untuk melaksanakan puncak prosesi Waisak.
Puncak acara dimulai dengan kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, prosesi pelepasan lampion, peringatan detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 23.55.29 WIB. Diakhiri dengan ritual pradaksina atau berjalan mengelilingi Candi Borobudur sebanyak 3 kali sebagai bentuk penghormatan spiritual.
Untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Waisak 2025, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) atau InJourney Destination Management (IDM) telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang mendukung. Salah satunya menyediakan kantong-kantong parkir untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
IDM juga menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan kelancaran lalu lintas saat pelaksanaan acara. Selain itu, dihadirkan pula Pasar Medang dengan ragam pilihan kuliner lokal baik tradisional dan kontemporer serta parade tarian dan berbagai kesenian untuk menambah hiburan bagi masyarakat yang hadir.
Baca Juga: Putar Roda Ekonomi Daerah, Sampoerna Bina Ratusan Ribu UMKM dan Karyawan
“Kami bersyukur seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan lancar, dan seluruh Umat Buddha serta pengunjung Borobudur lainnya bisa menikmati perayaan Waisak 2025 di Candi Borobudur. Kami berharap perayaan Waisak tahun ini bisa memberikan kesan dan makna yang mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir,” kata Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan.
InJourney terus berkomitmen untuk mendorong ekosistem pariwisata yang inklusif di Candi Borobudur. Borobudur menjadi wajah pariwisata yang memuliakan nilai spiritual dan budaya bangsa. Pengelolaan Candi Borobudur menjadi model pengembangan destinasi pariwisata di Indonesia lainnya yakni tidak hanya sekadar berorientasi pada angka kunjungan dan profit, akan tetapi juga kualitas pengalaman, kelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.
“Candi Borobudur merupakan ekosistem pariwisata yang inklusif, yang berarti harus mampu menjangkau seluruh kalangan. Karena itu, InJourney telah mendorong berbagai prakarsa untuk menjadikan Candi Borobudur bukan hanya tempat wisata sejarah dan budaya, akan tetapi juga sebagai pusat spiritualitas yang terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang pengunjung,” tambah Maya Watono.
Maya juga menambahkan bahwa pengelolaan Candi Borobudur membuktikan bahwa ketika destinasi wisata dikembangkan dengan pendekatan inklusif, kontemplatif, dan berbasis komunitas, maka hasilnya tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga warisan nilai bagi generasi mendatang.
“Dengan dukungan para pemangku kepentingan, Candi Borobudur ke depan tidak hanya sekadar menjadi ikon dunia, akan tetapi juga rumah spiritual global yang penuh kedamaian,” tutup Maya Watono. ***
Berita Terkait
-
Melalui Perayaan Waisak di Candi Borobudur, InJourney Dorong Perekonomian Daerah
-
UMKM Kini Bisa Jalankan Bisnis Dengan Sistem Kerja Serba Digital
-
Telkom Catat Pendapatan Konsolidasi Rp36,6 Triliun di Awal 2025: Perkuat Bisnis Digital
-
Kisah Gen Z Bisa Belikan Rumah untuk Orang Tua Hasil dari Bisnis Digital
-
Ini Bocoran Strategi Bisnis BRI Era Manajemen Baru, Pondasi Diproyeksi Makin Kuat
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor