- Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.685 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026 akibat tekanan faktor internal dan eksternal.
- Pelemahan mata uang domestik ini diproyeksikan memicu kenaikan harga barang dan inflasi di dalam negeri dalam jangka waktu cukup lama.
- Pasar berharap keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait suku bunga acuan dapat menahan kejatuhan nilai tukar rupiah tersebut.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih belum mampu bangkit pada pembukaan perdagangan Selasa pagi (19/5/2026). Tren depresiasi mata uang domestik yang terus berlanjut ini diproyeksikan bakal memicu efek domino berupa kenaikan harga barang dan inflasi di dalam negeri.
Merujuk pada data legalitas pasar dari Bloomberg di pasar spot, mata uang Garuda melemah ke level Rp17.685 per dolar AS.
Nilai tersebut mencatatkan penurunan sebesar 17 poin atau terperosok 0,10 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari Senin kemarin yang bertengger di angka Rp17.667 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa tertekaninya kurs rupiah pada awal pekan ini disebabkan oleh akumulasi faktor internal dan eksternal, mulai dari pergerakan komoditas energi hingga arah kebijakan fiskal dalam negeri.
"Rupiah awalnya melemah oleh kombinasi beberapa faktor kenaikan harga minyak dunia, kemudian defisit anggaran, outflow (aliran modal keluar) asing dari pasar ekuitas domestik, serta kebijakan pemerintah yang ekspansif," ujar Lukman saat dihubungi Redaksi, hari ini.
Lukman menambahkan bahwa ruang penguatan bagi mata uang domestik dalam jangka pendek ini sebenarnya cenderung terbatas, sehingga fase pelemahan diperkirakan masih akan memakan waktu yang cukup lama.
Kendati demikian, tensi tekanan global sedikit mereda menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda rencana serangan militer ke Iran. Langkah diplomasi ini memberikan sedikit sentimen positif di pasar keuangan global.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah Trump menunda serangan ke Iran," ungkapnya.
Di sisi lain, investor kini menaruh harapan besar pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pekan ini. Antisipasi pasar terhadap potensi bank sentral untuk mengerek suku bunga acuan (BI-Rate) dinilai dapat menjadi angin segar yang menahan kejatuhan rupiah lebih dalam.
Baca Juga: Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!
Untuk perdagangan hari ini, mata uang domestik diproyeksikan bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS.
Melandainya nilai tukar tidak hanya dialami oleh Indonesia, melainkan juga melanda mayoritas mata uang di kawasan regional Asia yang bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah terhadap the greenback:
Won Korea Selatan: Menjadi mata uang dengan koreksi terdalam setelah anjlok signifikan sebesar 0,56 persen.
Dolar Taiwan: Terdepresiasi sebesar 0,19 persen.
Yen Jepang: Tergelincir melandai 0,11 persen.
Dolar Singapura: Tertekan turun 0,09 persen.
Baht Thailand: Melemah tipis dengan koreksi 0,08 persen.
Dolar Hong Kong: Mengalami pelemahan minor sebesar 0,02 persen.
Berita Terkait
-
Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor