Subsidi ini umumnya diberikan untuk bahan bakar fosil seperti bensin, solar, dan listrik yang dihasilkan dari batu bara.
Namun, subsidi energi menimbulkan dilema. Di satu sisi, subsidi membantu menjaga stabilitas ekonomi dan meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, subsidi energi menciptakan distorsi pasar, mendorong konsumsi energi berlebihan, dan menghambat investasi dalam energi terbarukan.
Selain itu, subsidi energi berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca dan memperburuk perubahan iklim.
Anggaran negara juga terbebani oleh subsidi energi, yang seharusnya dapat dialokasikan untuk sektor yang lebih produktif seperti pendidikan dan kesehatan.
Beberapa negara mulai mengurangi atau menghapus subsidi energi secara bertahap, dengan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang rentan melalui program bantuan sosial yang tepat sasaran.
Langkah ini bertujuan untuk menciptakan harga energi yang lebih adil, mendorong efisiensi energi, dan mempercepat transisi menuju energi bersih.
Reformasi subsidi energi menjadi kunci untuk mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Akselerasi Kendaraan Listrik Berpotensi Hemat Subsidi Energi Hingga Rp4,984 Triliun
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
Terkini
-
Jumlah Motor Sebrangi Bakauheni Meroket, Naik 85 Persen di H+2 Lebaran
-
Arus Balik Membludak, 128 Ribu Orang Menyeberang dari Sumatera ke Jawa di H+2 Lebaran 2026
-
Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS
-
Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid
-
Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan
-
Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal
-
Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS
-
Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100
-
Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini