Suara.com - Emiten pengembang properti berbasis di Minahasa Sulawesi Utara bernama PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (kode saham: HBAT), menyampaikan optimisme terhadap prospek bisnis tahun 2025.
Dalam Paparan Publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2024, Direksi Perseroan menyampaikan, bahwa tren pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil, ditambah kondisi makro Sulawesi Utara yang positif, menjadi katalis penting bagi kinerja perusahaan tahun ini.
Direktur Utama PT Minahasa Membangun Hebat Tbk - Go Ronny Nugroho, mengatakan, bahwa kebijakan Pemerintah yang mendukung daya beli masyarakat, seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai ditanggung Pemerintah (PPN DTP), batas atas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang kini naik dari 0,3% menjadi 0,5%, serta suku bunga kredit yang relatif stabil, turut mendorong permintaan hunian.
"Kami optimistis bahwa pada 2025 dan tahun-tahun mendatang, bisnis HBAT akan mengalami pertumbuhan positif dan terus berkelanjutan," kata Ronny saat Paparan Publik usai RUPST Tahun Buku 2024 di Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, HBAT telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis sebagai respons terhadap dinamika pasar properti dan persaingan usaha.
Beberapa kebijakan tersebut antara lain diversifikasi geografis melalui rencana pembelian lahan baru di lokasi-lokasi strategis di Sulawesi Utara. Mengedepankan keseimbangan sumber pendapatan antara recurring income dan pendapatan dari pengembangan properti (development).
Memastikan pembangunan yang sedang berlangsung berjalan dengan baik dan tepat waktu. Pengelolaan arus kas atau cashflow yang sehat agar mampu menunjang operasional dan pengembangan usaha Perseroan. Memastikan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar mampu menunjang operasional Perseroan.
Strategi ini merupakan kelanjutan dari kebijakan HBAT di tahun 2024, seperti efisiensi biaya produksi tanpa menurunkan kualitas bangunan, penguatan pemasaran konvensional dan digital, hingga peningkatan nilai tambah kawasan perumahan dengan fasilitas yang unggul dibandingkan kompetitor.
Sepanjang 2024, Perseroan berhasil mengantongi kenaikan penjualan sebesar 5,25% menjadi Rp39,47 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp37,5 miliar.
Baca Juga: Minat Properti Mewah di Tengah Besarnya Persaingan Pasar Menengah ke Bawah
Laba komprehensif 2024 mencapai Rp8,47 miliar meskipun masih berada di bawah target penjualan sebesar Rp65,4 miliar atau setara dengan capaian 60,04% dari target tahunan.
Laba bruto tercatat turun tipis 6,86% menjadi Rp17,64 miliar dibandingkan sepanjang 2023 sebesar Rp18,94 miliar. Beban pokok penjualan naik 17,68% menjadi Rp21,83 miliar dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp18,55 miliar.
Untuk total aset Perseroan naik 15,98% menjadi Rp82,08 miliar dari posisi akhir 2023 sebesar Rp70,77 miliar. Ekuitas tercatat naik 12,14% mencapai Rp78,3 miliar dari tahun sebelumnya Rp69,82 miliar.
Untuk liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp3,78 miliar naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya sebesar Rp950,97 juta.
“Dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) setelah dikurangi biaya emisi tercatat sebesar Rp23,8 miliar. Alokasi penggunaannya adalah 46,20% untuk pembelian lahan (landbank), 45,36% untuk pembangunan fasilitas umum dan prasarana di perumahan Sawangan Permai. Sisanya 8,44% untuk modal kerja, termasuk pembayaran kepada kontraktor dan pemasok,” ungkap Andrie Rianto – Direktur HBAT.
Realisasi hingga 31 Desember 2024 telah mencapai Rp18,79 miliar, sedangkan hingga akhir 2024 tercatat Rp20,03 miliar. Dengan demikian, sisa dana IPO yang belum digunakan mencapai Rp3,79 miliar.
Perseroan adalah perusahaan lokal yang bergerak di bidang real estate dan mengembangkan perumahan di kawasan Manado-Sulawesi Utara.
Perseroan didirikan pada 31 Januari 2020, oleh beberapa tim yang sudah memiliki portofolio di bidang properti seperti hotel, resort dan perkantoran di berbagai kota di Indonesia.
Perseroan mampu mengembangkan proyek pertamanya di Kawasan Sawangan - Minahasa yakni Sawangan Permai. Ini adalah kawasan seluas 13 Ha yang memiliki beberapa kelebihan antara lain berlokasi hanya berjarak 3 menit dari jembatan Ringroad Paal 4, di mana dapat menjangkau fasilitas umum hanya dalam hitungan menit mulai dari mal dan pusat perbelanjaan, sekolah internasional, rumah sakit, pasar modern dan tol Manado – Bitung serta Bandara Sam Ratulangi. Pada 7 Agustus 2023, Perseroan resmi tercatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Riset LPEM FEB UI Ungkap Dampak Kontribusi Pindar ke PDB Indonesia
-
Kemenperin Bantah Isu PHK Mie Sedaap, Sebut Hanya Pekerja Outsourcing
-
Impor Masih Dominan, Emiten Petrokimia TPIA Bidik Penguatan Pasar Domestik
-
Viral Kasus Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Ancam Pamerkan Nama Alumni Bermasalah
-
Penerimaan Pajak Naik, Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat pada Kamis
-
LPDP Mau Gandeng Danantara Siapkan Lapangan Kerja buat Alumni Penerima Beasiswa
-
PITT Jual Bisnis Hotel dan Fokus Sektor Kapal Usai Diakusisi Jinlong Resources
-
Cara Lapor SPT Tahunan Orang Pribadi Melalui Coretax DJP Lengkap Terbaru
-
BBRI Segera Lunasi Green Bond Rp879,43 Miliar, Dana Sudah Siap
-
Pendapatan AVIA Naik Rp652 Miliar, Emiten Laporkan Laba Bersih Meningkat