- Rumah hook adalah rumah sudut dengan dua sisi terbuka dan lahan ekstra.
- Kelebihan: punya lahan tambahan, tampak lebih luas, mudah renovasi, investasi tinggi.
- Kekurangan: harga lebih mahal, rawan longsor, dan keamanan lebih rentan.
Suara.com - Inilah beberapa kelebihan dan kekurangan rumah hook yang perlu Anda jadikan pertimbangan. Ketahui sebelum menentukan beli rumah hook atau tidak.
Buat Anda yang saat ini sedang hendak membeli rumah idaman, maka ada kemungkinan jika Anda akan sangat mencari rumah dengan posisi hook.
Secara harfiah, hook sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Belanda “hoek” berarti sudut atau pojok.
Jika kaitkan dengan rumah, maka rumah hook merupakan rumah pojok atau rumah yang terletak di ujung perumahan dengan dua sisi yang terbuka. Rumah ini juga sering dikenal sebagai rumah sudut.
Untuk membantu Anda memahaminya, bayangkan sebuah perumahan yang berjejer. Anda akan melihat rumah yang posisinya di tengah dan di pinggir.
Nah, rumah dengan posisi hook ini adalah rumah yang posisinya di pinggir sehingga tidak diapit oleh rumah tetangga yang lain.
Jika dilihat, rumah hook memberikan ruang ekstra buat pembelinya untuk memanfaatkan lahan kosong, namun ada juga kekurangan yang perlu diketahui jika Anda memilih rumah hook.
Kelebihan Rumah Hook
1. Ada Lahan yang Bisa Dimanfaatkan
Karena posisinya ada di pinggir, maka pemilik rumah hook akan memiliki lahan kosong dari developer yang bisa dimanfaatkan.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud Rumah Hook? Ini Penjelasan dan Manfaatnya
Anda bisa memanfaatkan lahan ini untuk berbagai keperluan, misalnya tempat santai, taman, mini garden, atau yang lainnya.
Meski demikian, Anda perlu bertanya pada developer dan tetangga sekitar sebelum Anda menggunakan lahan kosong ini.
Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi konflik antar tetangga atau kesalahpahaman yang terjadi akibat lahan tersebut.
2. Ukuran Rumah Terlihat Lebih Besar
Keuntungan kedua adalah kondisi rumah yang akan terlihat cukup besar. Sebagaimana diketahui, memilih rumah hook artinya Anda akan mendapatkan sisa lahan.
Sisa lahan ini yang bisa membuat rumah Anda tampak lebih luas dan besar.
Berita Terkait
-
Apa yang Dimaksud Rumah Hook? Ini Penjelasan dan Manfaatnya
-
5 Inspirasi Desain Rumah Hook yang Minimalis: Tetap Tampak Elegan, Fasad Memukau
-
5 Inspirasi Desain Rumah Hook 1 Lantai: Tata Ruang Fungsional, Sirkulasi Udara Baik
-
5 Ide Desain Rumah Minimalis tanpa Pagar yang Patut Dicoba, Simpel tapi Tetap Estetik
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
5 Fakta Menarik Cheveyo Balentien: Pemain Jawa-Kalimantan yang Cetak Gol untuk AC Milan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
Terkini
-
Purbaya Gandeng TNI-Polisi Lawan Beking Pengemplang Pajak-Cukai hingga Rokok Ilegal
-
Mundurnya Bos BEI Bukan Tekanan dari Prabowo
-
Indonesia Ditargetkan Jadi Pusat Halal Dunia, BPJPH Susun Standar Halal Global
-
Purbaya Ungkap Nasib Lahan 28 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra Setelah Diakuisisi Danantara
-
Efek Venezuela dan Sentimen OPEC+, Harga Minyak Melemah ke Level 69 Dolar AS
-
OSL Group Kantongi Pendanaan Rp3,17 T untuk Ekspansi Global dan Ekosistem Stablecoin
-
Harga Pangan Nasional 30 Januari Kompak Turun, Beras hingga Cabai Ikut Terkoreksi
-
Tokocrypto Cetak Rekor Transaksi Rp160 Triliun di 2025
-
AXA Mandiri Kenalkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya
-
Target Baru Danantara ke Garuda Indonesia: Kinerja Bisa Positif di 2026