- Dana Credit Union Gereja Katolik Paroki Aek Nabara senilai Rp28 miliar raib di BNI Cabang Rantauprapat, Sumatera Utara.
- Kecurigaan muncul awal Februari 2026 setelah pengurus menemukan perbedaan data saldo dan pimpinan KCP sulit ditemui.
- Aksi massa pada 12 Maret 2026 menghasilkan janji talangan Rp7 miliar paling lambat 31 Maret 2026.
Suara.com - Tampaknya, masyarakat harus berhati-hati untuk menyimpan uang di Bank Nasional Indonesia atau BNI. Pasalnya, terdapat skandal uang milik Gereja Katolik Paroki Aek Nabara senilai Rp 28 miliar raib di BNI Cabang Rantauprapat, Sumatera Utara.
Skandal hilangnya dana Credit Union (CU) milik gereja di BNI itu kini menjadi sorotan nasional.
Kasus ini mencuat setelah ratusan jemaat bersama pimpinan gereja melakukan aksi massa besar-besaran karena merasa buntu dalam mencari kejelasan.
Bagaimana sebenarnya uang sebesar itu bisa raib dari lembaga perbankan plat merah? Berikut adalah kronologi lengkap yang berhasil dihimpun.
Bermula dari Hubungan Nasabah Bertahun-tahun
Jejak hubungan perbankan ini sebenarnya telah terjalin sangat lama. CU Paroki Aek Nabara, yang merupakan lembaga keuangan mikro milik gereja untuk membantu ekonomi umat, telah lama mempercayakan dana kelolaannya di BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Aek Nabara.
Selama bertahun-tahun, transaksi berjalan normal dan dana jemaat terus bertumbuh hingga mencapai saldo kumulatif sekitar Rp28 miliar.
Kepercayaan jemaat pada BNI sebagai bank pemerintah menjadi alasan utama penempatan dana dalam skala besar tersebut.
Titik Balik di Februari 2026: Kecurigaan Muncul
Baca Juga: Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M
Misteri ini mulai terkuak pada awal Februari 2026. Saat itu, pengurus CU Paroki Aek Nabara menemukan adanya ketidaksinkronan data antara catatan internal mereka dengan kondisi saldo di bank.
Upaya pengecekan awal yang dilakukan pengurus justru berbuah kebingungan. Ada indikasi kuat bahwa arus kas keluar masuk dana tidak sesuai dengan instruksi resmi yang pernah dikeluarkan oleh pengurus CU.
Kecurigaan semakin mengental ketika pengurus CU mencoba berkomunikasi dengan pimpinan di tingkat lokal.
Situasi di lapangan mulai menunjukkan keganjilan yang luar biasa. Berdasarkan keterangan para jemaat, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Aek Nabara berkali-kali tidak berada di tempat saat ingin ditemui oleh pengurus yang meminta klarifikasi terkait saldo yang berkurang drastis tersebut.
Menghilangnya Pimpinan KCP dan Rapat Darurat Jemaat
Sepanjang bulan Februari hingga awal Maret 2026, upaya diplomasi yang dilakukan pihak gereja menemui jalan buntu.
Tag
Berita Terkait
-
Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M
-
BNI Sekuritas Optimistis Pasar Saham, Proyeksi IHSG Capai 10.800 Didukung Sektor Komoditas
-
Daftar Lokasi ATM Mandiri dan BNI Pecahan Rp10 Ribu di Jakarta untuk THR Lebaran 2026
-
Tarik Tunai Pecahan Rp20 Ribu di ATM BNI Maksimal Berapa? Cek Nominal dan Lokasi ATM-nya
-
Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
PLN Bagikan Tips Agar Listrik Rumah Tetap Aman Saat Tinggalkan Rumah Mudik Lebaran
-
Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk
-
Askrindo Gandeng Pelni-PLN, Fasilitasi Mudik Gratis 2026 Rute Balikpapan-Surabaya
-
Dana Umat Rp28 Miliar Raib di BNI Rantauprapat, Bank Cuma Janji Talangi Rp7 M
-
Pesan Prabowo: Tanah Rakyat, Lahan Milik BUMN Tak Boleh Dijual
-
Dukung Mudik Lebaran 2026, BRI Siapkan Posko Mudik BRImo di 5 Titik Rest Area Tol Jakarta - Jawa
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara
-
Program Perumahan Rakyat Akan Tekan Kasus TBC dan Stunting
-
Purbaya Endus 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing, Segera Kejar Pengemplang Pajak
-
Soroti Rapor Merah Penyeberangan, INSTRAN: Mudik 2026 Terancam Tak Optimal