- Mesin propaganda Israel (Hasbara) menghadapi gugatan hukum serius dari influencer serta kontraktor atas tunggakan gaji jutaan shekel sejak Oktober 2023.
- Direktorat Diplomasi Publik Israel merekrut banyak pihak secara terburu-buru, menyebabkan kekacauan pembayaran melalui pihak ketiga kepada para pekerja.
- Pemerintah Israel mengalokasikan anggaran propaganda besar, bahkan memindahkannya dari sektor pendidikan, namun tetap gagal membayar jasa kontraktor.
Suara.com - Mesin propaganda global Israel, yang dikenal dengan sebutan Hasbara, kini tengah menghadapi badai internal yang serius. Banyak pemengaruh alias influencer termasuk di wilayah Asia seperti Indonesia, menuntut mereka karena gaji belum dibayar.
Mereka menuntut pembayaran gaji dan biaya operasional senilai jutaan shekel yang belum dibayarkan sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023.
Menurut laporan harian ekonomi Israel, Calcalist, Sabtu (14/3/2026), Direktorat Diplomasi Publik Nasional Israel kini berada di bawah tekanan hukum dari berbagai pihak yang merasa dirugikan.
Para penggugat terdiri dari perusahaan penyedia jasa studio, aktivis media sosial, hingga influencer yang disewa untuk membentuk opini publik internasional di tengah meningkatnya kecaman global terhadap tindakan Israel di Jalur Gaza.
Dua perusahaan swasta yang menyediakan fasilitas studio bagi para pemimpin Israel serta mendanai berbagai aksi aktivisme di Eropa, menuntut total dua juta shekel atau sekitar Rp10,1 miliar.
Krisis ini mengungkap sisi gelap dari balik layar upaya Israel untuk mempertahankan narasi mereka di panggung dunia.
Pekerjaan yang Berantakan dan Tunggakan Studio Netanyahu
Laporan tersebut merinci bahwa Direktorat Hasbara mengalami kekurangan staf yang akut setelah 7 Oktober 2023.
Hal ini memaksa pemerintah untuk merekrut lusinan aktivis independen dan kontraktor swasta secara terburu-buru.
Baca Juga: Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Namun, proses rekrutmen yang tidak terorganisir ini justru memicu masalah keuangan di kemudian hari.
Banyak influencer dan aktivis tidak dipekerjakan secara resmi oleh negara, melainkan melalui pihak ketiga.
Berdasarkan laporan tersebut, "perusahaan produksi swasta menjadi saluran pembayaran bagi mereka yang mewakili Israel di luar negeri".
Namun, sistem ini terbukti gagal memberikan kepastian hak bagi para pekerja. Salah satu kontraktor yang bekerja sama dengan direktorat tersebut mengklaim bahwa “pekerjaannya selalu berantakan”.
Ketidakteraturan ini bahkan menyentuh fasilitas bagi pejabat tinggi. Sebuah perusahaan yang menyediakan studio khusus bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant untuk keperluan wawancara internasional, kini menuntut lebih dari setengah juta shekel atau setara Rp 2,7 miliar karena jasa mereka belum dibayar.
Selain itu, sebuah perusahaan bernama Intellect menuntut lebih dari 1,5 juta shekel atau Rp 8,2 miliar dari Kantor Perdana Menteri.
Berita Terkait
-
Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
-
Pemerintah Kecam Kasus Kekerasan terhadap Andrie Yunus, Tegaskan Kasus Harus Diusut Tuntas
-
Viral TikToker Bongkar Lokasi Pertahanan Israel, Iran Diduga Langsung Mengebom
-
Dasco Ungkap Pembicaraannya dengan Prabowo soal Strategi 'Take Over' Gaza
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pemerintah Minta Polisi Usut Tuntas
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim