- PT Infiniti Energi Indonesia (Infien Energy) berpartisipasi dalam Indonesia Battery Show 2025 untuk memamerkan solusi energi bersih terdepan.
- Keamanan adalah fondasi utama bagi kepercayaan konsumen dan pertumbuhan industri, terutama dengan meningkatnya permintaan untuk kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi (ESS).
- Sebagai pelopor dan pemilik paten baterai penyimpanan energi, berkomitmen untuk menyediakan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memenuhi standar keamanan dan sertifikasi nasional maupun global.
Suara.com - PT Infiniti Energi Indonesia (Infien Energy), perusahaan teknologi energi bersih, mencuri perhatian di pameran Indonesia Battery Show 2025 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran.
Partisipasi ini menjadi momentum penting bagi Infien Energy untuk memperkenalkan solusi panel surya dan baterai penyimpanan energi, sekaligus menunjukkan kapabilitas teknologi lokal yang siap bersaing di kancah global.
Ajang ini bukan hanya pameran produk semata. Infien Energy menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam percepatan dekarbonisasi nasional, mulai dari sektor perumahan, komersial, hingga industri.
Salah satu sorotan utama adalah keterlibatan Muhammad Firmansyah, Founder & CEO Infien Energy, sebagai pembicara panel. Dalam sesi strategis "Enhancing Battery Safety in Indonesia," Firmansyah menekankan pentingnya aspek keamanan dalam pengembangan ekosistem baterai di Indonesia. Isu ini menjadi sangat krusial seiring melonjaknya permintaan baterai untuk kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi (ESS).
"Keamanan baterai adalah fondasi bagi kepercayaan konsumen dan pertumbuhan industri yang berkelanjutan, khususnya dalam aspek standarisasi, sertifikasi, dan kebijakan," ujar Firmansyah dikutip Senin (22/9/2025)
Sebagai pelopor dan pemilik paten baterai penyimpanan energi, Infien Energy berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memenuhi standar keamanan ketat, baik di Indonesia maupun global.
Infien Energy memiliki visi besar: mempercepat integrasi energi terbarukan di sistem kelistrikan nasional melalui implementasi berskala besar. Lebih jauh lagi, perusahaan ini bertujuan menciptakan lapangan kerja berbasis teknologi tinggi agar Indonesia dapat bersaing di pasar global.
Partisipasi di Indonesia Battery Show 2025 memperkuat posisi Infien Energy sebagai salah satu penggerak utama teknologi energi bersih di Indonesia, sekaligus pendorong lahirnya inovasi riset dan teknologi lokal.
Baca Juga: VinFast Umumkan Skema Berlangganan Baterai Baru untuk Kepemilikan Mobil Listrik
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara