-
Orang kaya Jakarta & Asia Tenggara buru penthouse mewah dengan fasilitas parkir supercar pribadi.
-
Kesenjangan ekonomi parah: Kelas menengah tercekik utang cicilan rumah akibat krisis dan AI.
-
Di Thailand hingga Jakarta, kekayaan elite terkonsentrasi, pendorong harga properti mewah melonjak.
Suara.com - Lanskap properti di Asia Tenggara kini menjadi saksi bisu dari kesenjangan ekonomi yang semakin ekstrim.
Di satu sisi, segelintir konglomerat dan jutawan baru memburu hunian supermewah dengan fasilitas yang tak lazim, sementara di sisi lain, jutaan kelas menengah dan bawah berjuang mati-matian hanya untuk mempertahankan rumah mereka dari sitaan bank.
Daniel Ho, konsultan properti mewah, melayani klien yang mencari yang terbaik di kelasnya: griya tawang (penthouse) berdinding kaca di kawasan elit seperti Jakarta, Bangkok, dan Manila, lengkap dengan tempat parkir bertingkat tinggi yang terhubung langsung ke ruang tamu bagi koleksi supercar mereka. Kliennya bersedia membayar harga fantastis untuk kemewahan bermerek.
Manajer Aset Charoen Kijvekin di Thailand menghadapi realitas yang menyayat hati. Kliennya adalah warga negara yang terlilit utang, berusaha merebut kembali rumah mereka yang terpaksa dilelang akibat kehilangan pekerjaan atau krisis keluarga.
“Sebagian besar pelanggan saya kehilangan pekerjaan. Jika mereka tidak mampu membayar cicilan, bank akan menyita rumah mereka," kata Charoen dikutip South China Morning Post, Sabtu (13/12/2025).
Charoen, saat ini menjalankan model bisnis membeli rumah sitaan lalu menjualnya kembali dengan pinjaman bunga rendah untuk membantu pemilik aslinya.
Asia Tenggara memang dikenal sebagai kawasan dengan kondisi ekonomi paling timpang. Di Thailand, 10% orang terkaya menguasai lebih dari 70% total kekayaan. Di Filipina, kekayaan 50 keluarga terkaya hampir setara dengan seperlima dari total PDB nasional.
Kondisi kelas menengah semakin sulit tahun ini, tertekan oleh perlambatan ekonomi akibat tarif AS, persaingan harga dari China, dan ancaman kecerdasan buatan (AI) yang menggerus pekerjaan stabil. Utang bulanan terus bertambah, menjebak mereka dalam lingkaran kerentanan.
Sebaliknya, di puncak piramida, kekayaan justru berlipat ganda. Laporan Kekayaan 2025 dari Knight Frank mencatat lebih dari 850.000 orang di Asia-Pasifik memiliki kekayaan bersih minimal US$10 juta (sekitar Rp116 miliar) tahun lalu.
Baca Juga: 7 Sunscreen Anti Aging untuk Ibu Rumah Tangga agar Wajah Awet Muda
Peningkatan kekayaan ini memicu pembangunan properti ultra-mewah. Di Manila, ‘super penthouse’ dijual di atas US$7 juta. Properti mewah di Filipina seperti Aurelia Residences menduduki peringkat kedua dunia untuk pertumbuhan harga properti mewah pada 2024.
Tren hunian bermerek (seperti Raffles atau Mandarin Oriental) yang dilengkapi pelayan dan koki pribadi semakin pesat, dengan Thailand memimpin tren ini.
Meskipun Malaysia menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang relatif lebih longgar (diproyeksikan 5% tahun ini), data Kepailitan Malaysia menunjukkan hampir 28.500 orang dinyatakan bangkrut sejak 2021, di mana hampir 2.350 kasus disebabkan oleh pinjaman perumahan.
Data dan realitas lapangan ini menunjukkan adanya dua kutub ekonomi yang ekstrem: segelintir elit menikmati kemewahan yang tak terbayangkan, sementara mayoritas populasi berjuang melawan beban utang agar tidak kehilangan aset yang mereka impikan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
DJP Klaim Anggaran Pajak Indonesia Lebih Murah dari China
-
Banyak yang Mundur dari Manajer Kopdes Merah Putih, Ada Denda Rp100 Juta hingga Penempatan Diacak?
-
B50 Resmi Meluncur Juli 2026, ESDM Pastikan Stok Minyak Goreng Tetap Aman
-
Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor
-
Harga Pertamax Cs Berpotensi Turun, ESDM Beri Kabar Baik untuk Kantong Masyarakat
-
Bea Cukai Ungkap BYD & Wuling Biang Kerok 10.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok
-
90 Juta Produk UMKM RI Laku di Luar Negeri, Ternyata Ini Rahasianya
-
Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional
-
Rupiah Terkapar ke Rp17.762 per Dolar AS, Investor Tunggu Putusan The Fed dan BI
-
Purbaya Bongkar Masalah Era Sri Mulyani, Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sulit Kerja Sama