Untuk menghitung bunga deposito bulanan, digunakan rumus sebagai berikut:
(Suku Bunga × Dana Deposito × 30 Hari × 80%) ÷ 365 Hari
Langkah pertama adalah mengubah suku bunga ke dalam bentuk desimal, yaitu 4% menjadi 0,04.
Kemudian angka ini dikalikan dengan dana deposito sebesar Rp100.000.000, sehingga diperoleh bunga kotor tahunan sebesar Rp4.000.000. S
etelah itu, bunga tersebut dikalikan dengan 30 hari dan dikalikan lagi dengan 80% untuk mendapatkan bunga bersih setelah pajak.
Perhitungannya menjadi:
0,04 × 100.000.000 × 30 × 0,8 ÷ 365
Hasil dari perhitungan tersebut adalah sekitar Rp263.000. Artinya, bunga deposito bersih yang diterima dalam waktu satu bulan adalah kurang lebih Rp263 ribu.
Nilai ini sudah memperhitungkan pemotongan pajak, sehingga merupakan jumlah bersih yang benar-benar masuk ke rekening nasabah.
Baca Juga: Daftar Provinsi Pemutihan Pajak Desember 2025, Tunggakan Dihapus!
Untuk mengetahui total dana yang diterima saat deposito jatuh tempo satu bulan, digunakan rumus:
Total Dana = Modal Awal + (Bunga Deposito – Pajak Bunga)
Karena bunga yang dihitung sebelumnya sudah merupakan bunga bersih, maka total dana setelah satu bulan adalah Rp100.000.000 ditambah Rp263.000, sehingga menjadi sekitar Rp100.263.000.
Dari perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa deposito Rp100 juta dengan bunga 4% per tahun memberikan keuntungan yang stabil meskipun tidak terlalu besar.
Jika dana dibiarkan hingga satu tahun penuh tanpa dicairkan, maka bunga bersih yang diterima mencapai sekitar Rp3,2 juta per tahun.
Hal ini menjadikan deposito cocok bagi investor yang mengutamakan keamanan dana dibandingkan risiko tinggi.
Siapa Bank yang Memberikan Bunga Tertinggi?
Bank dengan bunga deposito tertinggi saat ini cenderung datang dari bank digital dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat), dengan penawaran bisa mencapai 8% hingga lebih dari 8% (seperti Krom Bank, Bank Saqu, Allo Bank, Bank Neo Commerce) untuk bank digital.
Sementara bank konvensional besar seperti BRI menawarkan sekitar 3-3.5%, dan OCBC NISP sekitar 4.75% (data 2025), jadi Anda harus cek terus karena suku bunga berubah dan beda bank/tenor.
Itulah cara mudah menghitung bunga deposito.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS
-
Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun
-
Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?
-
Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg
-
Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738
-
Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
-
IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI
-
Pertimbangkan Jual, Harga Buyback Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.514.000/Gram