- IHSG melemah 46 poin (turun 0,57 persen) ke level 8.218 pada Jumat, 13 Februari 2026, dipicu bursa regional dan kekhawatiran AI.
- Kekhawatiran pasar global berpusat pada hasil inflasi Amerika Serikat yang akan menentukan kebijakan suku bunga The Fed.
- Sentimen negatif domestik muncul dari aksi ambil untung jelang Imlek serta menanti kebijakan Bank Indonesia minggu depan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren pelemahan pada sesi pertama perdagangan Jumat, 13 Februari 2026. IHSG terkoreksi 46 poin atau turun 0,57 persen ke level 8.218.
Mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa regional Asia yang mayoritas berada di zona merah, mengikuti penurunan di Wall Street.
Tekanan datang dari meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) pada sejumlah sektor, serta sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
Pasar global kini menanti laporan inflasi AS yang akan dirilis Jumat waktu setempat. Data tersebut dinilai krusial karena akan membentuk ekspektasi arah kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve.
Konsensus pasar memperkirakan inflasi utama AS melambat menjadi 2,5 persen secara tahunan dari sebelumnya 2,7 persen. Inflasi inti juga diproyeksikan turun menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen.
Sebelumnya, data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan membuat pelaku pasar menggeser proyeksi pemangkasan suku bunga pertama The Fed dari Juni menjadi Juli. Secara normatif, selama inflasi tetap terkendali, The Fed dinilai masih memiliki ruang untuk mendukung pasar tenaga kerja dengan kebijakan yang lebih longgar.
Dari kawasan Asia, sentimen negatif juga datang dari China. Data terbaru menunjukkan harga rumah baru di Negeri Tirai Bambu turun 3,3 persen secara tahunan pada Januari, menjadi penurunan terdalam dalam tujuh bulan terakhir. Kondisi ini mencerminkan krisis sektor properti yang masih membayangi dan menekan sentimen pasar regional.
Sementara dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG tidak hanya dipicu faktor eksternal, tetapi juga sentimen menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Aksi ambil untung (profit taking) dan kecenderungan investor mengambil posisi defensif turut membebani indeks.
Pelaku pasar juga menanti pertemuan kebijakan moneter Bank Indonesia pada pekan depan, termasuk mencermati dinamika independensi bank sentral pasca pelantikan deputi gubernur baru.
Baca Juga: Heboh! Nagita Slavina Bidik Saham VISI, Bosnya Bilang Lagi Tahap Nego
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada sesi I ini, sebanyak 26,55 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,32 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,73 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 301 saham bergerak naik, sedangkan 387 saham mengalami penurunan, dan 270 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, ROCK, TRUK, BAIK, BELL, INDS, JIHD, LAJU, ENRG, DAAZ, ACRO, VKTR, MGLV.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SOTS, HILL, XDIF, XCIS, LAPD, INTA, YPAS, IFSH, LION, SPRE, GLVA,SDMU.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?