- Prabowo dan 5 pengusaha bahas investasi & lapangan kerja 4,5 jam.
- Kolaborasi pemerintah-swasta untuk perkuat sektor riil & industri.
- Dukung rumah subsidi, pangan, energi, hingga program makan bergizi
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan lima taipan kakap Indonesia di kediamannya, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026). Pertemuan yang berlangsung maraton selama 4,5 jam tersebut menjadi sinyal kuat penguatan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Kelima pengusaha besar yang hadir merupakan tokoh kunci ekonomi nasional, yakni Garibaldi Thohir, Prajogo Pangestu, Franky Oesman Widjaja, Anthony Salim, dan Sugianto Kusuma (Aguan). Kehadiran Aguan secara khusus mencuri perhatian, mengingat rekam jejaknya dalam pengembangan kawasan terpadu dan sektor properti yang dikenal sebagai sektor padat karya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo kembali menekankan visi Indonesia Incorporated. Konsep ini menempatkan pemerintah dan pelaku usaha nasional sebagai satu kesatuan tim untuk memenangkan kompetisi global dan mempercepat pertumbuhan domestik.
"Presiden Prabowo mengajak para pengusaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya di sektor riil," tulis keterangan resmi akun Instagram @sekretariat.kabinet, Selasa (10/2/2026).
Merespons ajakan tersebut, para konglomerat menyatakan komitmen penuhnya untuk menyokong program strategis pemerintah. Pihak Aguan menyebutkan bahwa kolaborasi ini akan menyasar sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
"Para pengusaha menyampaikan komitmen untuk mendukung berbagai sektor prioritas," ungkap pernyataan resmi dari pihak Aguan.
Sejumlah poin krusial yang dibahas meliputi program makan bergizi gratis, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga pembangunan rumah subsidi. Tak hanya itu, penguatan sektor koperasi, revitalisasi kampung nelayan, serta ketahanan pangan dan energi juga menjadi agenda utama dalam diskusi panjang tersebut.
Sinergi ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses industrialisasi nasional, tetapi juga memastikan dampak ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat luas melalui ketersediaan lapangan kerja yang masif.
Sebelumnya Prabowo menegaskan kepada para pengusaha nasional agar mematuhi peraturan dan menghentikan praktik mencari celah hukum dalam menjalankan usaha. Penegasan itu disampaikan Prabowo menyusul pertemuannya dengan sejumlah pengusaha besar nasional di Hambalang, Bogor.
Baca Juga: Agung Sedayu Jual Hunian Lintas Generasi Rp2,2 Miliar
Ia mengungkapkan telah secara langsung mengumpulkan para pengusaha, termasuk yang memiliki kedekatan personal dengannya, untuk menyampaikan pesan tersebut. Ia menilai dunia usaha telah tumbuh besar dan kuat sehingga wajib menjalankan aktivitas bisnis secara patuh dan tertib.
“Saya kumpulkan pengusaha-pengusaha yang sebagian besar adalah kawan saya sendiri, saya sampaikan: sudahlah, kalian sudah besar, sudah kaya, patuhi peraturan,” ujar Prabowo, dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Ia menyoroti budaya mencari celah aturan yang masih kerap terjadi dalam praktik bisnis di Indonesia, meskipun pelaku usaha memiliki kapasitas dan kecerdasan tinggi.
“Kalian pinter-pinter, tapi di Indonesia ini orang pinter itu pinternya pinter mencari peluang mengatasi peraturan. Benar? Ini dari sekolah kita belajar. Iya kan? Ini hilangkan budaya itu ya,” katanya.
Namun, Prabowo juga menegaskan bahwa tanggung jawab kepatuhan tidak hanya berada di pihak dunia usaha. Pemerintah dan birokrasi, menurut dia, harus melakukan pembenahan internal agar tidak menjadi sumber persoalan.
“Masalahnya pemerintah birokrasi juga harus bener. Kadang-kadang birokrasi yang tidak bener,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara