- MoU HIPMI JAYA & JABAR perkuat kolaborasi ekonomi lintas wilayah.
- Kerja sama diproyeksikan tembus nilai net worth Rp500 miliar.
- Agenda Business Speed Dating percepat realisasi proyek antar pengusaha.
Suara.com - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) DKI Jakarta Raya (JAYA) dan BPD HIPMI Jawa Barat resmi menjalin sinergi strategis lintas wilayah. Langkah ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam agenda Business Matching yang digelar di Travoy Hub TMII, Jakarta Timur akhir pekan lalu.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI JAYA, Muhammad Riandy Haroen, dan Ketua Umum BPD HIPMI JABAR, Radityo Egi Pratama. Kolaborasi ini diproyeksikan bakal menggerakkan roda ekonomi dengan nilai fantastis. Berdasarkan pemetaan awal, sinergi kedua wilayah ini ditaksir memiliki potensi net worth hingga Rp500 miliar pada tahap awal.
"Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan, tetapi upaya membangun ekosistem bisnis yang saling terhubung. Kami ingin memastikan kerja sama yang terbangun dapat langsung ditindaklanjuti dan menggerakkan perputaran ekonomi Indonesia," ujar Samira Alatas, Ketua Bidang XII BPD HIPMI JAYA selaku penyelenggara acara.
Tak sekadar seremonial, acara bertema “Mempertemukan Peluang, Menguatkan Kolaborasi Bisnis” ini menghadirkan lebih dari 500 pengusaha muda dari 6 BPC HIPMI JAYA dan 27 BPC HIPMI JABAR.
Salah satu agenda yang paling menyedot perhatian adalah Business Speed Dating. Di sini, para pengusaha dipertemukan dalam sesi singkat dan terstruktur untuk saling bedah profil usaha serta menjajaki potensi proyek bersama. Untuk memperkuat data, dilakukan pula penyerahan katalog usaha anggota sebagai referensi konkret tindak lanjut kemitraan.
Hadirnya sejumlah pimpinan institusi nasional kian menegaskan bobot strategis acara ini. Tampak hadir Direktur Bisnis Koridor Jalan Tol PT Jasa Marga Bayu Nurbaya, Komisaris PT Jasa Marga Related Business Samira Alatas, Direktur SMESCO Indonesia Doddy Akhmadsyah Matondang, hingga perwakilan Telkom Regional II.
Proyeksi nilai Rp500 miliar tersebut rencananya akan bersumber dari berbagai skema, mulai dari joint venture, distribusi, hingga penguatan rantai pasok lintas sektor antara Jakarta dan Jawa Barat.
Rangkaian acara ditutup dengan suasana hangat melalui ramah tamah dan buka puasa bersama. Keberhasilan kolaborasi JAYA-JABAR ini diharapkan menjadi blueprint atau model bagi wilayah lain dalam memperkuat peran pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Baca Juga: Ramadan dan Ketimpangan: Siapa yang Paling Berat Menjalani?
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Menko Zulhas Ungkap Proyek Waste-to-Energy Besutan Danantara Cuma Beresin 20 Persen Masalah Sampah
-
IHSG Meroket di Awal Pekan ke Level 8.300, 484 Saham Cuan
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
-
Bos Agrinas Pangan Manut Diminta Tunda Impor Pikap dari India
-
Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Ditunda: Tunggu Presiden Pulang
-
Apa Itu Harta PPS di SPT Tahunan Sistem Coretax, Ini Fungsinya
-
Profil OUE Commercial REIT, Aset 30 Triliun Milik Mochtar Riady
-
Agrinas Impor Pikap dari India, Resep Jitu Matikan Industri Otomotif Indonesia?
-
Purbaya Ungkap Impor 105 Ribu Mobil Pickup India Dibiayai Utang, Cicilan Rp 40 T per Tahun