- Menko Airlangga Hartarto menyampaikan arahan Presiden Prabowo untuk mengembangkan industri semikonduktor melalui penguatan ekosistem sumber daya manusia di Indonesia.
- Pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu generasi muda Indonesia untuk menguasai industri semikonduktor dalam kurun waktu tiga tahun mendatang.
- Strategi ini memanfaatkan cadangan silika nasional untuk mendukung hilirisasi industri serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok chip global.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengembangkan industri semikonduktor di Indonesia.
Untuk mencapainya, Menko Perekonomian menyebut Pemerintah bakal melatih 15 ribu generasi muda RI untuk mempelajari industri semikonduktor.
"Nah untuk industri semikonduktor akan dilatih 15 ribu anak-anak muda untuk literate terhadap semikonduktor," katanya dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah yang disaksikan virtual, Senin (25/5/2026).
Menko Airlangga menyebut Pemerintah sudah melatih seribu orang, dari total 4.500 pendaftar, dengan menggandeng Arm Holdings, perusahaan semikonduktor asal Inggris.
Ia menargetkan pelatihan 15 ribu orang ini bisa turut mengembangkan RI ke industri semikonduktor. Hal ini sekaligus mendorong hilirisasi silika di Indonesia.
"Jadi kami optimis dalam waktu tiga tahun 15 ribu itu bisa terdorong dan di berbagai daerah punya potensi juga yang berbasis silika. Maka ini juga akan didorong hilirisasi silika namun juga disiapkan SDM ekosistem," ucap Airlangga.
Dalam siaran pers Kemenko Perekonomian, Menko Airlangga mengungkap bahwa Indonesia memiliki keunggulan strategis dalam pengembangan industri semikonduktor global melalui populasi besar yang mencapai 285 juta jiwa dan proyeksi ekonomi digital Indonesia sebesar USD400 miliar pada 2030.
Potensi ini diperkirakan meningkat hingga USD600 miliar seiring rencana penandatanganan ASEAN Digital Economy Framework Agreement tahun ini. Indonesia memiliki cadangan mineral strategis seperti seperti silika yang dapat dihilirisasi untuk kebutuhan fab semikonduktor dan rantai pasok chip global.
Baca Juga: Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
Tag
Berita Terkait
-
Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
-
Bawa Mandat Prabowo Terkait RUU Polri, Menkum: UU Sudah Berlaku Dua Dekade, Perlu Disesuaikan
-
Usai 1 Persen Saham Negara Masuk, Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN
-
Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme
-
Mencetak 3 Presiden dan 3 Wapres, Rahasia di Balik Museum Seskoad yang Diresmikan Prabowo
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini
-
PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI
-
Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI
-
Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance
-
IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan
-
Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
-
Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun
-
Belajar dari Sejarah! Anggota DPR Misbakhun Klaim Rupiah Lemah Saat Ini Beda dari Krisis 1998
-
BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya
-
OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur