Bisnis / Makro
Senin, 25 Mei 2026 | 20:16 WIB
Kepala BP BUMN dan COO Danantara Dony Oskaria menyebut Danantara mulai mencari direksi Danantara Sumberdaya Indonesia. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Baca 10 detik
  • PT Danantara Sumberdaya Indonesia resmi dibentuk sebagai BUMN makelar ekspor komoditas pada tanggal 18 Mei 2026 di Jakarta.
  • Perusahaan ini berfungsi sebagai perantara penjualan komoditas dalam negeri seperti sawit dan batu bara ke pasar luar negeri.
  • Luke Thomas Mahony menjabat sebagai Direktur dan Harold Jonathan Dharma TJ sebagai Komisaris pada PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Suara.com - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI telah resmi berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini setelah ketiga petinggi BPI Danantara CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, CIO Danantara Pandu Sjahrir menandatangani pembentukan DSI.

Namun sayangnya, Danantara masih irit bersuara soal siapa aja sosok Direksi Danantara Sumberdaya Indonesia.

Menurut Dony Oskaria, Danantara memiliki tim khusus untuk merekrut siapa saja yang menduduki kursi BUMN makelar ekspor ini.

"Ada tim kan. Jadi ada tim yang melakukan proses rekrutannya. Kan kita harus membuat ini sangat bagus kan," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (25/5/2026).

BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Dony melanjutkan, sosok direksi juga bisa mengambil dari mana saja, misalnya mencari di lingkungan BUMN itu sendiri atau mengambil sosok profesional.

"Jadi ada tim, sumbernya bisa dari mana saja, para profesional tentunya," ucapnya.

Pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia

BPI Danantara telah membentuk BUMN yang akan menjadi makelar ekspor komoditas, minyak kelapa sawit mentah, batu bara, dan paduan logam PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)

Nantinya, Danantara Sumberdaya Indonesia ini akan sebagai perantara antara perusahaan komoditas di dalam negeri ke penjual asing.

Baca Juga: Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan

Berdasarkan data Direktot Jenderal Administrasi Hukum Umum yang beredar di media sosial, DSI baru dibentuk pada 18 Mei 2026.

Adapun, modal dasar pembentukan DSI untuk Seri A senilai Rp 99.750.000, di mana harga per lembar Rp 250.000 dengan jumlah lembar saham 399. Sedangkan untuk Seri B sebesar Rp 250.000, di mana harga per lembar saham Rp 250.000 dengan jumlah lembar saham.

Sementara, modal yang ditempatkan untumk DSI untuk Seri A sebesar Rp 24.750.000 yang mana harga saham per lembarnya Rp 250.000 dengan jumlah sahamnya mencapai 99. Lalu, untuk Seri B, Seri B sebesar Rp 250.000, di mana harga per lembar saham Rp 250.000 dengan jumlah lembar saham.

Danantara juga memberikan penyetoran modal senilai Rp 25.000.000 dalam bentuk uang kepada DSI.

Dilihat dari komposisi kepemilikan saham, mayoritas saham Seri A DSI digenggam oleh PT Danantara Investment Management (DIM) yang dikepalai oleh Pandu Sjahrir dengan jumlah saham 99.

Sisanya, saham Seri B sebesar 1 persen dipegang oleh PT Danantara Mitra Sinergi.

Kemudian, struktur pengurus DSI hanya memiliki satu komisaris dan satu direksi. Direktur DSI diduduki oleh Luke Thomas Mahony, dan jabatan Komisaris dipegang oleh Harold Jonathan Dharma TJ.

Load More