Bisnis / Makro
Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB
PLTS Indocement. [Indocement]
Baca 10 detik
  • PT Indocement membangun PLTS berkapasitas 71,9 MW di pabrik Citeureup, Cirebon, dan Tarjun untuk mendukung dekarbonisasi industri semen Indonesia.
  • Proyek hasil kemitraan dengan SUN Energy ini menargetkan produksi energi bersih sebesar 108 juta kWh setiap tahunnya.
  • Pembangunan PLTS tersebut diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon lebih dari 85 ribu ton CO2 per tahun bagi perusahaan.

Suara.com - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. atau Indocement resmi membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 71,9 MW di tiga kompleks pabrik utama yakni Citeureup, Cirebon, dan Tarjun.  

Direktur Indocement, Holger Mørch mengklaim kalau proyek ini jadi yang terbesar di sektor semen di Indonesia. Ini sekaligus upaya perusahaan sebagai pionir dekarbonisasi di industri berat (hard-to-abate sector), serta menjadi benchmark bahwa transisi energi tidak lagi bersifat wacana, melainkan sudah berjalan dalam skala industri.

“Pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri," katanya dalam siaran pers, Senin (25/5/2026).

Instalasi PLTS ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih per tahun, menurunkan emisi karbon lebih dari 85 ribu ton CO2 per tahun, serta memberikan dampak lingkungan setara dengan 1,4 juta pohon tertanam per tahun.

Transformasi ini sekaligus bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menurunkan jejak karbon operasional secara menyeluruh. Mulai dari pemanfaatan bahan bakar alternatif seperti refuse-derived fuel (RDF), optimalisasi bahan baku alternatif untuk menekan emisi proses, pengembangan roadmap energi rendah karbon, hingga produk semen ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari grup global Heidelberg Materials, Indocement juga membawa standar keberlanjutan kelas dunia ke dalam operasionalnya di Indonesia.

PLTS Indocement. [Indocement]

Untuk merealisasikan inisiatif ini, Indocement menggandeng SUN Energy sebagai mitra strategis dalam menghadirkan solusi energi terbarukan yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi sebagai bagian dari sistem operasional industri masa depan.

Lewat pendekatan sustainability-as-a-service, SUN menghadirkan solusi yang
memastikan keandalan energi untuk operasional industri berat, efisiensi biaya jangka panjang, serta peningkatan energy security di tengah volatilitas energi global.

Director of Power SUN, Jefferson Kuesar menyebut kalau perannya tak hanya sekadar penyedia PLTS, tetapi sebagai mitra dekarbonisasi bagi industri.

Baca Juga: Imran Nahumarury Bertekad Bawa Semen Padang Kembali ke Super League

"Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan bahwa transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri," jelasnya.

Load More