- Layanan Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah pada Desember 2025, tumbuh 16,5% karena kepercayaan layanan keuangan digital syariah.
- Indonesia menempati peringkat ketiga ekonomi syariah global, didorong oleh penguatan tren ekonomi halal dan kontribusi HVC sebesar 27,34% terhadap PDB 2025.
- Indeks literasi keuangan syariah 2025 mencapai 43,42% namun inklusi masih 13,41%, menciptakan peluang bagi solusi digital seperti fitur perencanaan ibadah.
Suara.com - Layanan usaha syariah PT Bank Jago Tbk atau Jago Syariah terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam mengelola keuangan berbasis syariah.
Perkembangan ini juga didorong oleh tren ekonomi halal dan industri keuangan syariah di Indonesia yang semakin kuat.
Melalui aplikasi Jago Syariah, nasabah dapat mengatur keuangan harian sekaligus merencanakan berbagai kebutuhan, termasuk ibadah, secara lebih teratur, transparan, dan sesuai prinsip syariah.
Hingga Desember 2025, jumlah pengguna Jago Syariah tercatat hampir mencapai 2,4 juta nasabah. Angka ini tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Head of Sharia Business Bank Jago, Waasi Sumintardja, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan digital berbasis syariah.
“Pencapaian ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital berbasis syariah yang mudah, inovatif, dan kolaboratif,” ujar Waasi di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menilai perkembangan Jago Syariah sejalan dengan prospek ekonomi halal dan keuangan syariah di Indonesia yang terus menguat.
Menurut Emir, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat ekonomi syariah dunia. Hal ini didukung oleh jumlah penduduk muslim yang besar, meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup halal, serta dukungan regulasi dan penguatan ekosistem industri halal nasional.
Ia menambahkan, Indonesia juga terus menunjukkan posisi kompetitif dalam ekonomi syariah global. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia konsisten berada di peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah.
Baca Juga: Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
Beberapa sektor yang menjadi kekuatan Indonesia antara lain modest fashion, farmasi halal, dan kosmetik halal. Selain itu, sektor industri halal atau halal value chain (HVC) juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Pada kuartal III 2025, kontribusi HVC tercatat mencapai 27,34 persen atau sekitar Rp4.832 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar 26,53 persen atau Rp4.368 triliun.
“Ini menunjukkan sektor-sektor pembentuk halal value chain seperti pertanian, makanan dan minuman halal, fashion, dan pariwisata tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor lain dalam komponen pendapatan nasional,” kata Emir.
Pertumbuhan sektor tersebut juga diikuti oleh peningkatan program sertifikasi halal. Hingga Desember 2025, total sertifikat halal yang diterbitkan mencapai 3,32 juta sertifikat atau bertambah sekitar satu juta dibandingkan tahun sebelumnya, dengan akumulasi 10,99 juta produk bersertifikat halal.
Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat indeks ekonomi syariah Indonesia pada 2025 mencapai 50,18 persen. Sementara itu, survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,42 persen, meningkat 39,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, tingkat inklusi keuangan syariah di Indonesia masih relatif rendah, yakni baru mencapai 13,41 persen.
Berita Terkait
-
Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
-
Penetrasi Masih di Bawah 1 Persen, Inklusi Produk Proteksi Halal Minim
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
BEI Bidik 50 Ribu Calon Investor Masuk di Pasar Modal Syariah, Ini Strateginya
-
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa
-
Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu
-
Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting
-
Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!
-
Napi Lapas Pekanbaru Belum Ditemukan, Kabur saat Ambil Obat di Apotek
-
Dihukum 10 Tahun oleh KFA, Shin Tae-yong Tetap Tangani Persija
-
Perkuat Sektor Wing Back, Kendal Tornado FC Datangkan Eks Pemain Timnas U-19
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu