- Bank Mega Syariah meluncurkan Tabungan Rencana Kurban setelah menjalin MoU dengan PT Berdikari.
- Program ini memfasilitasi perencanaan kurban terintegrasi, menghubungkan pekurban, perbankan, dan peternak secara digital.
- Kerja sama ini bertujuan mengembangkan layanan syariah, mendukung ekosistem peternakan, dan meningkatkan dana pihak ketiga bank.
Suara.com - Bank Mega Syariah meluncurkan Tabungan Rencana Kurban sebagai solusi perencanaan ibadah kurban yang aman dan terintegrasi. Program ini diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Berdikari.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis Bank Mega Syariah dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang tidak hanya memudahkan masyarakat menyiapkan dana kurban, tetapi juga mendukung ekosistem peternakan nasional.
Program Tabungan Rencana Kurban dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan ibadah kurban secara lebih aman, nyaman, dan terpercaya. Selain itu, skema ini menghubungkan pekurban, perbankan syariah, lembaga zakat, hingga peternak lokal secara digital dan transparan.
Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji, Rasmoro Pramono Aji, menjelaskan kerja sama ini mencakup pengembangan Program Tabungan Rencana Kurban Bank Mega Syariah by Berdikari, layanan operasional perbankan, penempatan dana, hingga dukungan transaksi digital.
"Sinergi dengan Berdikari menjadi upaya Bank Mega Syariah dalam memberikan solusi keuangan syariah yang komprehensif bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini juga dapat mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia," ujar Rasmoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
Dari sisi penghimpunan dana (funding), kerja sama ini juga meliputi pembukaan rekening giro dan deposito untuk kebutuhan operasional Berdikari, serta kolaborasi pemasaran tabungan kurban kepada karyawan, anak usaha, mitra, hingga masyarakat luas.
Melalui inovasi ini, Bank Mega Syariah optimistis dapat meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) sekaligus memperluas basis nasabah.
Hingga Desember 2025, total DPK Bank Mega Syariah tercatat mencapai Rp12,36 triliun atau tumbuh 11,94 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan posisi Desember 2024 sebesar Rp11,04 triliun (unaudited).
"Pertumbuhan funding yang positif menunjukkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat. Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk memperbesar porsi dana murah sehingga dapat menekan biaya dana (cost of fund) dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Rasmoro.
Baca Juga: Cara Cetak Emas di Pegadaian Terbaru Lengkap Syarat, Biaya, dan Alurnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya