- Pada Jumat (13/3/2026), Bitcoin stabil di USD 71.224 meskipun aset berisiko lain turun akibat konflik Timur Tengah.
- Kapitalisasi pasar kripto global naik 0,22% menjadi US$ 2,4 triliun, didukung kenaikan beberapa aset utama seperti Dogecoin.
- Ketidakpastian ekonomi dipicu lonjakan minyak dan masalah *private credit* Morgan Stanley, membuat Bitcoin dilihat sebagai aset unik.
Suara.com - Di tengah meluasnya ketidakpastian ekonomi akibat konflik di Timur Tengah, sektor kripto justru menunjukkan performa yang cukup tangguh.
Pada perdagangan Jumat (13/3/2026) berkisar pukul 10.00 WIB, Bitcoin (BTC) terpantau tetap menguat dan bergerak stabil di kisaran USD 71.224, kontras dengan aset berisiko lainnya yang mengalami aksi jual besar-besaran.
Data dari CoinMarketCap pada pukul 06.35 WIB mencatat adanya kenaikan kapitalisasi pasar kripto global sebesar 0,22%, mencapai angka US$ 2,4 triliun.
Bitcoin sendiri mencatatkan pertumbuhan harian sebesar 0,5%, berada di level US$ 70.516 per koin (estimasi Rp 1,19 miliar dengan kurs Rp 16.914).
Berikut adalah pergerakan aset kripto utama lainnya menurut Indeks CoinDesk 20:
- Ethereum (ETH): Naik 0,84% ke level US$ 2.082.
- Binance (BNB): Menguat tipis 0,24% di US$ 653.
- Solana (SOL): Tumbuh 0,7% menuju US$ 86.
- Dogecoin (DOGE): Melonjak tajam 1,81% ke harga US$ 0,09.
- XRP: Berlawanan dengan tren, melemah 0,17% ke posisi US$ 1,38.
Ketahanan Bitcoin terjadi di saat bursa saham Amerika Serikat mengalami koreksi tajam. Indeks NASDAQ tercatat turun 1,6% dan S&P 500 merosot 1,2%.
Tekanan ini berakar dari lonjakan harga minyak mentah yang meroket lebih dari 10% hingga mendekati US$ 100 per barel.
Krisis ini dipicu oleh terancamnya stabilitas Selat Hormuz. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengisyaratkan penutupan jalur vital tersebut, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa agenda melumpuhkan Iran lebih diprioritaskan ketimbang menjaga stabilitas harga energi.
Kondisi ini, menurut pendiri Lekker Capital Quinn Thompson, menciptakan volatilitas tinggi yang sulit dikendalikan tanpa risiko militer besar.
Baca Juga: AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
Selain faktor geopolitik, pasar finansial juga diguncang oleh masalah di sektor private credit. Morgan Stanley baru saja membatasi penarikan dana pada produk North Haven Private Income Fund senilai US$ 8 miliar, yang memicu kejatuhan sahamnya sebesar 4%.
Langkah ini menyeret turun saham bank-bank raksasa lain seperti JPMorgan, Citigroup, dan Wells Fargo.
Di tengah badai ini, Bitcoin mulai dipandang sebagai aset yang memiliki nilai fundamental unik. Dom Harz, Co-founder jaringan blockchain BOB, menilai bahwa investor institusi kini tidak hanya berspekulasi pada harga, tetapi juga mulai melirik infrastruktur keuangan berbasis Bitcoin.
Desclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Pergerakan harga aset digital sangat fluktuatif dan sulit diprediksi, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global seperti saat ini. Segala risiko ada di tangan Anda.
Berita Terkait
-
Perang Nuklir di Ambang Pintu, Siap-siap Negara Ini Hilang dari Peta Dunia
-
Israel Siap Luncurkan Nuklir ke Iran, Tunggu Perintah Benjamin Netanyahu
-
Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200
-
Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Harga Emas Antam Jatuh, 1 Gram Dibanderol Rp 3.021.000/Gram
-
Tekad Bos MMSGI Perkuat Kualitas SDM RI
-
Jelang THR Cair, Waspada! Penipuan Digital Mengintai Lewat Link Palsu
-
Rupiah Masih Tertekan, Dolar AS Mulai Naik ke Level Rp16.910
-
Apakah Halal Investasi Aset Kripto? Begini Kata Fatwa Muhammadiyah
-
KB Bank Rombak Komisaris dan Direksi, Ini Susunan Barunya
-
Pelanggan Berbayar iQIYI di Indonesia Naik 5 Kali Lipat Berkat C-Drama dan Konten Lokal
-
Program Gentengisasi Prabowo Dimulai di Jatiwangi, Pemerintah Borong Genteng UMKM Senilai Rp3 Miliar
-
IHSG Masih Jeblok ke Level 7.338 pada Pembukaan Jumat
-
Kinerja BBRI di Tengah Kabar Dividen, Berapa Target Harga Sahamnya?