Bisnis / Keuangan
Rabu, 18 Maret 2026 | 09:59 WIB
Ilustrasi peran Swasta dalam program MBG. [Dok TAPG].
Baca 10 detik
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo diperkuat melalui kolaborasi penting pemerintah dan sektor swasta.
  • Implementasi MBG menunjukkan hasil positif signifikan meliputi peningkatan kehadiran dan aktivitas belajar siswa usia dini.
  • PT Triputra Agro Persada mendukung MBG melalui program Sehati, menyalurkan susu di wilayah operasional Jambi dan Kalimantan.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Tak hanya pemerintah, dukungan dari pihak swasta kini menjadi faktor penting dalam memastikan program tersebut berjalan optimal di lapangan.

Program MBG sendiri menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Dengan cakupan penerima manfaat yang luas, keterlibatan berbagai pihak dinilai krusial untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi.

Dukungan swasta juga mencerminkan adanya solidaritas dalam membangun generasi yang lebih sehat dan produktif. Pasalnya, pemenuhan gizi sejak dini diyakini berdampak jangka panjang terhadap kualitas pendidikan hingga produktivitas di masa depan.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa implementasi MBG di sejumlah daerah telah menunjukkan hasil positif. Program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memengaruhi perilaku anak dalam keseharian.

"Begitu ada program makan bergizi, dia bangun lebih awal dan membangunkan neneknya," ujar Dadan seperti dikutip, Rabu (18/3/2026).

Badan Gizi Nasional mencatat peningkatan signifikan pada kehadiran siswa di sekolah, aktivitas belajar yang lebih aktif, serta daya tahan fisik anak dalam beraktivitas setelah program berjalan selama satu tahun penuh di beberapa wilayah.

Kementerian Agama mengakui ada potensi penundaan pembayaran TPG dan TPD untuk guru serta dosen yang berada di bawah Kemenag karena belum tersedianya anggaran. Foto: Seorang guru sedang membagikan MBG ke para muridnya di SD Negeri 1B 152982 di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (27/1/2026). [Antara]

Peran swasta salah satunya ditunjukkan oleh PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melalui program Sehati (Susu Sehat Bernutrisi). Program ini menjadi bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung implementasi MBG dengan menyalurkan susu kepada anak-anak sekolah di sekitar wilayah operasional perusahaan di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Program Sehati merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan 'TAP untuk Negeri' yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda. Melalui distribusi susu secara rutin, program ini bertujuan membantu pemenuhan gizi anak, mencegah stunting, serta mendukung tumbuh kembang optimal.

"Saya suka minum susu, selain rasanya enak juga bisa bikin tambah kuat belajar dan main bola," ujar Antonius siswa SDN 2 Jahitan, Seruyan, Kalimantan Tengah sebagai salah satu penerima susu dari program Sehati Triputra Agro Persada.

Baca Juga: Anggaran 2026 Efisiensi Ekstrem Imbas Defisit, Dana Program-program Ini Tetap Aman

Apresiasi juga datang dari tenaga pendidik. Kepala Taman Kanak-kanak Tunas Bahandep Misnawati menyebut program tersebut tidak hanya membantu pemenuhan gizi, tetapi juga menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap pendidikan dan kesehatan anak.

Di sisi lain, sinergi lintas sektor dalam program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk unsur TNI. Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan Triputra Agro Persada, kerja sama ini turut menunjukkan keseriusan kedua pihak dalam membangun sinergitas yang konkret untuk memperkuat ketahanan pangan, mendukung dunia pendidikan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur," imbuhnya.

Load More