- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin anggaran program prioritas seperti MBG dan Kopdes Merah Putih tidak dipangkas meskipun ada efisiensi APBN.
- Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih dipastikan berjalan karena dianggap investasi jangka panjang.
- Pemerintah fokus efisiensi belanja negara agar defisit APBN 2026 tidak melebihi batas aman tiga persen PDB.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan anggaran program prioritas pemerintah tidak akan dipangkas meski pemerintah tengah menyiapkan langkah efisiensi anggaran untuk mengantisipasi krisis akibat perang di Teluk yang sudah berlangsung dua pekan.
Airlangga memastikan salah satu program yang dipastikan aman dari pemotongan anggaran adalah program makan bergizi gratis atau MBG. Alasannya karena MBG, sebagaimanan program prioritas Presiden Prabowo Subianto lainnya, adalah investasi jangka panjang pemerintah. Selain MBG, program Koperasi Desa Merah Putih juga disebut tidak akan mengalami pemangkasan anggaran.
"Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua berjalan karena itu investasi jangka panjang," ucapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan pemerintah tidak akan memangkas anggaran untuk program unggulan meski tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian global, termasuk dampak konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
"Anggaran program unggulan tidak dipotong, tidak, sama sekali enggak ada," lanjut dia.
Menurut Airlangga, pemerintah saat ini mempertimbangkan langkah efisiensi pada sejumlah pos belanja guna menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berada dalam batas aman.
Ia menyebut pemerintah berupaya memastikan defisit APBN tidak melewati batas maksimal tiga persen dari produk domestik bruto (PDB).
"Selama perangnya masih belum mencapai dalam tanda petik lima bulan, kita masih skenario pemotongan anggaran dan kita masih menggunakan maksimum defisit itu tiga persen," ucap Airlangga.
Airlangga juga mengaku belum dapat memastikan berapa lama konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel akan berlangsung. Ia menyebut saat ini konflik tersebut baru berjalan dalam hitungan minggu.
Baca Juga: Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
Karena itu, pemerintah memilih langkah antisipatif dengan melakukan efisiensi pada sejumlah belanja negara sebagai upaya menjaga stabilitas fiskal.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana juga menyebut anggaran program MBG tidak terkena pemotongan anggaran.
"Tadi sudah kita bicarakan terkait hal itu. Sementara kita masih belum ada perubahan dan menunggu situasi," ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin.
Ia menambahkan hingga saat ini anggaran program MBG tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang APBN 2026.
"Sementara kita masih tetap dengan yang ada terutama yang sudah ditetapkan dengan Undang-Undang APBN 2026," lanjut dia.
Berita Terkait
-
Pemerintah Akan Kenakan Pajak Tambahan untuk Perusahaan yang Untung Berlipat Akibat Konflik di Teluk
-
Dukung Rencana Penghematan Prabowo, Legislator Golkar: Potong Gaji Pejabat Harus Terukur-Transparan
-
Purbaya Siapkan Efisiensi Anggaran Program Pemerintah Imbas Harga Minyak Naik, Tak Cuma MBG
-
Prabowo Kaji Efisiensi Anggaran ala Pakistan, Potong Gaji Anggota DPR dan Kabinet
-
Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Tekanan Pasar Aset Kripto Pengaruhi Kinerja COIN di Kuartal I-2026
-
Harga Avtur di Bandara SoekarnoHatta Naik Lagi, Melonjak 16,6 Persen, Tembus Rp27.357/Liter
-
Kado Pahit Buat Buruh, Permenaker 7/2026 Langgengkan 'Perbudakan Modern' Alih Daya?
-
Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 126 Per Barel!
-
BTN Genjot Pariwisata Nasional Lewat Keuangan Digital
-
Harga Emas Global Menguat, Kemendag Naikkan HPE dan HR Emas pada Awal Mei 2026
-
Mandiri Inhealth Raup Laba Rp82,8 Miliar di Kuartal I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Khamenei Klaim Kemenangan atas AS, Iran Pertegas Kendali Selat Hormuz
-
Aguan Lapor: Penjualan PIK2 Meroket 112%, Tembus Rp 987 M
-
KEK Sanur Gandeng Unud Jadi Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia