Bisnis / Makro
Senin, 16 Maret 2026 | 21:15 WIB
Menteri Koordinator bidang Ekonomi Airlanga Hartarto mengatakan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih dipastikan tak akan dipotong anggarannya karena dianggap investasi jangka panjang. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin anggaran program prioritas seperti MBG dan Kopdes Merah Putih tidak dipangkas meskipun ada efisiensi APBN.
  • Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih dipastikan berjalan karena dianggap investasi jangka panjang.
  • Pemerintah fokus efisiensi belanja negara agar defisit APBN 2026 tidak melebihi batas aman tiga persen PDB.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan anggaran program prioritas pemerintah tidak akan dipangkas meski pemerintah tengah menyiapkan langkah efisiensi anggaran untuk mengantisipasi krisis akibat perang di Teluk yang sudah berlangsung dua pekan.

Airlangga memastikan salah satu program yang dipastikan aman dari pemotongan anggaran adalah program makan bergizi gratis atau MBG. Alasannya karena MBG, sebagaimanan program prioritas Presiden Prabowo Subianto lainnya, adalah investasi jangka panjang pemerintah. Selain MBG, program Koperasi Desa Merah Putih juga disebut tidak akan mengalami pemangkasan anggaran.

"Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua berjalan karena itu investasi jangka panjang," ucapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).

Ia menegaskan pemerintah tidak akan memangkas anggaran untuk program unggulan meski tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian global, termasuk dampak konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

"Anggaran program unggulan tidak dipotong, tidak, sama sekali enggak ada," lanjut dia.

Menurut Airlangga, pemerintah saat ini mempertimbangkan langkah efisiensi pada sejumlah pos belanja guna menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berada dalam batas aman.

Ia menyebut pemerintah berupaya memastikan defisit APBN tidak melewati batas maksimal tiga persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Selama perangnya masih belum mencapai dalam tanda petik lima bulan, kita masih skenario pemotongan anggaran dan kita masih menggunakan maksimum defisit itu tiga persen," ucap Airlangga.

Airlangga juga mengaku belum dapat memastikan berapa lama konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel akan berlangsung. Ia menyebut saat ini konflik tersebut baru berjalan dalam hitungan minggu.

Baca Juga: Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan

Karena itu, pemerintah memilih langkah antisipatif dengan melakukan efisiensi pada sejumlah belanja negara sebagai upaya menjaga stabilitas fiskal.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana juga menyebut anggaran program MBG tidak terkena pemotongan anggaran.

"Tadi sudah kita bicarakan terkait hal itu. Sementara kita masih belum ada perubahan dan menunggu situasi," ujarnya di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin.

Ia menambahkan hingga saat ini anggaran program MBG tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang APBN 2026.

"Sementara kita masih tetap dengan yang ada terutama yang sudah ditetapkan dengan Undang-Undang APBN 2026," lanjut dia.

Load More