- Penerapan tarif dinamis di sektor penyeberangan diusulkan sebagai solusi efektif mengurangi antrean kendaraan saat mudik Lebaran.
- Kebijakan ini diharapkan mampu mendistribusikan pergerakan penumpang dan kendaraan secara lebih merata selama periode padat.
- Tarif dinamis mendorong masyarakat memilih waktu keberangkatan yang berbeda, mengurangi penumpukan di waktu tertentu.
Suara.com - Penerapan tarif dinamis di sektor penyeberangan dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi antrean panjang kendaraan saat arus mudik Lebaran.
Skema ini diharapkan mampu mendistribusikan pergerakan penumpang dan kendaraan secara lebih merata.
Peneliti Senior INSTRAN, Deddy Herlambang, mengatakan saat ini sektor penyeberangan belum memiliki fleksibilitas kebijakan tarif seperti moda transportasi lainnya.
“Pada sektor penerbangan, kereta api, maupun angkutan darat, pemerintah memberikan ruang penerapan tarif dinamis hingga batas atas pada periode puncak perjalanan," ujar Deddy kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Menurut Deddy, kebijakan tersebut tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha operator, tetapi juga efektif dalam mengatur distribusi permintaan selama periode padat seperti mudik Lebaran.
“Mekanisme tersebut tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha operator, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mengatur distribusi permintaan," jelasnya.
Ia menilai penerapan tarif dinamis pada penyeberangan dapat mendorong masyarakat memilih waktu perjalanan yang berbeda, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu waktu tertentu.
“Penerapan tarif dinamis hingga batas atas pada periode tertentu dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, sehingga penumpukan pada waktu dan pelabuhan tertentu dapat dikurangi," tuturnya.
Selama ini, antrean panjang kerap terjadi di pelabuhan penyeberangan pada periode puncak mudik akibat tingginya permintaan dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut dinilai bisa diantisipasi melalui kebijakan tarif yang lebih fleksibel.
Baca Juga: BRI Life Siapkan Proteksi Khusus Momen Mudik Lebaran 2026
"Tanpa adanya penyesuaian kebijakan tarif, sektor penyeberangan akan terus menghadapi persoalan klasik setiap musim mudik, terutama terkait kepadatan kendaraan dan distribusi arus yang tidak merata," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Didominasi Motor, Arus Mudik di Kalimalang Padat Merayap
-
Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis
-
Mudik Gratis BUMN 2026: Pupuk Indonesia Berangkatkan 1.559 Pemudik ke Kampung Halaman
-
Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry
-
ASDP Siapkan 3 Kapal Layani Penyebrangan Perintis Menuju Raja Ampat
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan
-
BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri
-
Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?
-
Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik
-
Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil
-
PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional
-
Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794
-
Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir
-
Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi
-
Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%