- Kebijakan diskon tarif mudik Lebaran 2026 hingga 30% justru membebani operator kapal penyeberangan.
- Diskon tarif di berbagai moda transportasi, termasuk kapal, tidak diimbangi dukungan fiskal penuh dari pemerintah.
- Operator kapal menanggung sendiri biaya diskon tersebut, mempersulit perolehan keuntungan meski saat periode puncak.
Suara.com - Kebijakan diskon tarif mudik Lebaran 2026 hingga 30 persen dinilai justru membebani operator kapal penyeberangan. Pasalnya, potongan harga tersebut tidak sepenuhnya ditopang subsidi pemerintah, melainkan ditanggung oleh pelaku usaha transportasi.
Peneliti Senior INSTRAN, Deddy Herlambang, menyebut kebijakan diskon tarif yang berlaku di berbagai moda transportasi, termasuk penyeberangan, tidak diimbangi dengan dukungan fiskal dari pemerintah.
"Saat ini pula Pemerintah di kegiatan mudik lebaran 2026 serentak memberikan diskon tarif mudik lebaran hingga 30 persen di semua moda, Kereta Api, penerbangan bus, kapal / penyeberangan hingga diskon tarif tol," ujar Deddy kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Namun, ia menegaskan, diskon tersebut pada praktiknya tidak sepenuhnya berasal dari subsidi pemerintah, sehingga menjadi beban bagi operator.
"Diskon mudik itupun disubsidi oleh operator penyeberangan sendiri jadi diskon tersebut bukan biaya subdisi yang diberikan oleh Pemerintah," ucapnya.
Menurut Deddy, kondisi ini membuat operator kapal ferry kesulitan memperoleh keuntungan, bahkan di periode puncak seperti mudik Lebaran yang seharusnya menjadi momentum peningkatan pendapatan.
"Sangat berat memang melayani subsidi transportasi umum bila tanpa subsidi dari Pemerintah karena mencari celah keuntungan di kala peak season saja yang bukan di sesi mudik," ungkapnya.
Ia menjelaskan, selama ini operator penyeberangan hanya mengandalkan momentum tertentu untuk memperoleh keuntungan. Namun dengan adanya kebijakan diskon tanpa dukungan subsidi, beban operasional justru semakin meningkat.
Selain itu, operator juga harus tetap menjaga layanan penyeberangan selama periode mudik, termasuk memenuhi lonjakan permintaan masyarakat, meski dengan margin keuntungan yang semakin terbatas.
Baca Juga: Operator Ferry Mengeluh Tak Cuan Meski Ada Lonjakan Penumpang di Mudik Lebaran
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan usaha transportasi penyeberangan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan kesehatan finansial operator.
Berita Terkait
-
Cara Beli Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2025, Jangan Sampai Kehabisan!
-
Mudik Gratis 2025 ke Jateng, Ini Jadwal, Syarat, Ketentuannya
-
Mangkrak 5 Bulan, Pembangunan JPO Stasiun Klender Baru Kembali Dilanjutkan
-
Lebaran 2023, 1,6 Juta Tiket Kereta Api Ludes Terjual
-
INFOGRAFIS: Cara Mudah Ubah Tiket Kereta Api di KAI Access
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
-
Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026
-
Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur