- Harga pangan nasional berfluktuasi pada Senin, 30 Maret 2026, di mana kelompok bawang mengalami lonjakan harga signifikan pasca-Lebaran.
- Komoditas cabai menunjukkan pergerakan harga yang beragam; Cabai Merah Keriting naik, sementara Cabai Rawit Merah dan Hijau turun tajam.
- Harga protein hewani dan gula mulai melemah, berbeda dengan harga beras yang cenderung mengalami kenaikan tipis terkendali.
Suara.com - Kondisi harga pangan nasional terpantau masih mengalami fluktuasi signifikan pada awal pekan ini, Senin (30/3/2026).
Meskipun periode libur Lebaran telah usai, sejumlah komoditas hortikultura, khususnya kelompok bawang, justru mencatatkan kenaikan harga yang cukup mencolok di saat aktivitas distribusi masyarakat mulai kembali normal.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, berikut adalah rangkuman pergerakan harga komoditas utama di pasar domestik:
Kelompok Bawang: Tren Kenaikan Signifikan
Bawang menjadi komoditas dengan lonjakan harga paling tajam hari ini. Hal ini cukup kontras dengan ekspektasi pasar yang memprediksi penurunan harga seiring pulihnya jalur logistik.
Bawang Merah (Sedang): Melonjak 11,71% atau naik Rp5.250 menjadi Rp50.100 per kg.
Bawang Putih (Sedang): Mengalami peningkatan 8,09% atau naik Rp3.250 menjadi Rp43.400 per kg.
Komoditas Cabai: Pergerakan Beragam
Sektor cabai menunjukkan dinamika yang bervariasi. Meski beberapa jenis naik, sebagian besar justru mengalami koreksi harga yang cukup dalam.
Baca Juga: Bazar Ramadan, Upaya Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan
Cabai Merah Keriting: Naik signifikan sebesar 20,02% menjadi Rp45.950 per kg.
Cabai Merah Besar: Turun drastis 19,73% (berkurang Rp11.100) menjadi Rp45.150 per kg.
Cabai Rawit Merah: Meski turun tajam 27,55%, komoditas ini masih memegang predikat harga tertinggi di angka Rp68.100 per kg.
Cabai Rawit Hijau: Mengalami penurunan paling signifikan sebesar 32,29% ke level Rp39.850 per kg.
Beras dan Minyak Goreng: Stabil Cenderung Naik
Harga beras di berbagai kualitas terpantau bergerak naik tipis namun relatif terkendali.
Berita Terkait
-
Harga Pangan Nasional Pasca-Lebaran: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi Naik
-
H+5 Lebaran, Harga Pangan Mulai Turun: Cabai Rawit dari Rp110 Ribu ke Rp90 Ribu Per Kilogram
-
Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu
-
Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?
-
BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri
-
CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri
-
Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung
-
Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888
-
Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram
-
Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing
-
Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya