Bisnis / Makro
Rabu, 25 Maret 2026 | 10:01 WIB
Warga membeli daging sapi di Pasar Senen, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Harga cabai rawit merah memimpin lonjakan harga komoditas dengan rata-rata mencapai Rp103.000 per kilogram akibat tekanan pasokan.
  • Daging sapi kualitas I berada di level tinggi Rp157.750 per kilogram, menunjukkan masih adanya tekanan pada sektor protein hewani.
  • Harga beras relatif stabil dibandingkan komoditas lain, berfungsi sebagai penahan utama terhadap potensi tekanan inflasi nasional saat itu.

Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan tren kenaikan pada sejumlah komoditas utama. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia per 25 Maret 2026, lonjakan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai, daging sapi, hingga telur ayam.

Harga cabai rawit merah tercatat menjadi yang paling tinggi dengan rata-rata mencapai Rp103.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi yang paling signifikan dibandingkan komoditas lain, mencerminkan tekanan pasokan yang masih terjadi di berbagai daerah.

Tak hanya cabai rawit merah, cabai rawit hijau juga ikut mengalami kenaikan cukup tajam dengan harga menyentuh Rp72.350 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting berada di level Rp66.500 per kilogram dan cabai merah besar Rp58.900 per kilogram.

Di sisi lain, komoditas bawang juga mengalami kenaikan harga. Bawang merah tercatat sebesar Rp58.250 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp50.600 per kilogram. Kenaikan ini menunjukkan tekanan yang masih berlanjut di sektor hortikultura.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi masih berada di level tinggi. Daging sapi kualitas I tercatat Rp157.750 per kilogram, sementara kualitas II sedikit lebih rendah di Rp156.250 per kilogram. Harga ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat berpotensi tertekan jika tren kenaikan terus berlanjut.

Sementara itu, harga daging ayam ras berada di angka Rp47.550 per kilogram. Komoditas ini juga mengalami kenaikan meski tidak setinggi daging sapi. Telur ayam ras pun tercatat naik menjadi Rp38.750 per kilogram.

Di kelompok bahan pokok utama, harga beras relatif lebih stabil dibanding komoditas lainnya. Beras kualitas bawah I berada di Rp14.800 per kilogram dan kualitas bawah II di Rp16.850 per kilogram. Sedangkan beras kualitas medium I dan II masing-masing tercatat Rp17.800 dan Rp16.400 per kilogram.

Untuk beras kualitas premium, harga tercatat Rp18.500 per kilogram untuk kualitas I dan Rp17.950 per kilogram untuk kualitas II. Stabilitas harga beras ini menjadi penahan tekanan inflasi di tengah lonjakan komoditas lain.

Komoditas gula juga menunjukkan kenaikan. Gula pasir lokal berada di Rp20.100 per kilogram, sementara gula pasir kualitas premium mencapai Rp22.450 per kilogram. Kenaikan ini turut menambah tekanan pada kebutuhan pokok rumah tangga.

Baca Juga: Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Di sektor minyak goreng, harga curah tercatat Rp22.150 per kilogram. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I berada di Rp24.300 per kilogram dan kemasan bermerek II di Rp22.850 per kilogram, yang juga mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya.

Load More