- Harga komoditas pangan di pasar tradisional berfluktuasi pada Selasa, 24 Maret 2026, dengan cabai rawit merah naik paling signifikan.
- Cabai rawit merah melonjak 19,15 persen menjadi Rp110.750/kg, sementara cabai rawit hijau justru turun 10,53 persen.
- Data PIHPS menunjukkan bawang merah dan daging ayam ras mengalami kenaikan, berbeda dengan harga daging sapi dan beberapa jenis beras yang turun.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional terpantau mengalami fluktuasi pada hari ini, Selasa (24/3/2026).
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia (PIHPS) mencatat, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah.
Berdasarkan data tersebut, harga cabai rawit merah kini berada di level Rp110.750 per kilogram atau naik 19,15 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini menjadikan cabai rawit sebagai komoditas dengan lonjakan harga tertinggi hari ini.
Selain itu, cabai merah keriting juga tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga komoditas ini berada di angka Rp61.850 per kilogram atau naik 10,55 persen. Sementara cabai merah besar turut naik menjadi Rp58.300 per kilogram dengan kenaikan sebesar 3,92 persen.
Di sisi lain, cabai rawit hijau justru mengalami penurunan harga. Komoditas ini tercatat berada di level Rp52.550 per kilogram atau turun 10,53 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Komoditas bawang juga menunjukkan tren kenaikan. Harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp47.300 per kilogram atau naik 6,17 persen. Sedangkan bawang putih ukuran sedang berada di level Rp40.950 per kilogram setelah naik 1,99 persen.
Untuk komoditas beras, pergerakan harga relatif bervariasi. Beras kualitas bawah I tercatat naik tipis ke Rp14.550 per kilogram atau naik 0,69 persen, sementara beras kualitas bawah II naik 2,76 persen menjadi Rp14.900 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas medium I justru mengalami penurunan sebesar 1,56 persen menjadi Rp15.750 per kilogram. Beras medium II juga turun 3,47 persen ke level Rp15.300 per kilogram.
Adapun beras kualitas super I tercatat turun menjadi Rp16.700 per kilogram atau turun 2,91 persen. Sedangkan beras kualitas super II juga mengalami penurunan 2,99 persen ke harga Rp16.250 per kilogram.
Baca Juga: Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
Komoditas protein hewani menunjukkan tren beragam. Harga daging ayam ras segar naik menjadi Rp44.450 per kilogram atau meningkat 3,37 persen. Sementara itu, harga telur ayam ras segar justru turun 1,19 persen ke level Rp33.250 per kilogram.
Harga daging sapi kualitas I tercatat turun menjadi Rp148.450 per kilogram atau turun 1,1 persen. Sedangkan daging sapi kualitas II juga mengalami penurunan 0,21 persen ke harga Rp140.700 per kilogram.
Untuk komoditas gula, gula pasir kualitas premium naik 2,5 persen menjadi Rp20.500 per kilogram. Sementara gula pasir lokal naik 0,8 persen ke level Rp18.900 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng curah naik 2,04 persen menjadi Rp20.050 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat naik 0,8 persen menjadi Rp23.100 per kilogram, sementara kemasan bermerek II naik 0,68 persen ke Rp22.100 per kilogram.
Berita Terkait
-
Harga Cabai Naik Jelang Ramadhan, Mendag Salahkan Hujan
-
Jelang Ramadan, Mendag Budi Santoso Pastikan Harga Ayam Ras Masih Terkendali
-
Jelang Ramadan, Harga Pangan Nasional Cabai Rawit Merah Tembus Rp75 ribu
-
Harga Pangan Nasional di Hari Imlek: Daging Naik, Ikan Bandeng Turun Tipis
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun