- Harga avtur domestik dan internasional melonjak drastis mulai April 2026 akibat dampak konflik geopolitik di Timur Tengah.
- INACA mendesak pemerintah segera menyesuaikan tarif batas atas tiket pesawat guna menjaga keberlangsungan operasional maskapai penerbangan nasional.
- Lonjakan harga avtur yang mencapai 70 persen meningkatkan beban biaya operasional dan berpotensi menaikkan harga tiket pesawat.
Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar pesawat (avtur) yang melonjak tajam mulai April 2026 membuat maskapai penerbangan tertekan. Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) pun mendesak pemerintah segera menyesuaikan tarif tiket pesawat.
Mengacu pada penyesuaian harga dari PT Pertamina (Persero), harga avtur domestik untuk periode 1–30 April 2026 naik rata-rata 70 persen. Sementara untuk penerbangan internasional, kenaikannya bahkan mencapai 80 persen, meski berbeda di tiap bandara.
Sebagai gambaran, di Bandara Soekarno-Hatta, harga avtur domestik melonjak dari Rp 13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp 23.551,08 per liter pada April 2026, atau naik 72,45 persen.
Jika dibandingkan dengan harga pada 2019 saat kebijakan Tarif Batas Atas (TBA) mulai diberlakukan, lonjakan harga avtur bahkan mencapai 295 persen.
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, mengatakan kenaikan ini tidak terlepas dari lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik global.
"Seperti sudah kita perkirakan sebelumnya, harga avtur akan naik mengikuti harga di tingkat global karena imbas krisis geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) avtur dan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan domestik," ujar Denon dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, penyesuaian tersebut mendesak dilakukan mengingat avtur menyumbang porsi besar dalam struktur biaya maskapai, yakni sekitar 40 persen dari total operasional.
"Penyesuaian fuel surcharge dan TBA perlu segera diberlakukan agar maskapai penerbangan dapat tetap beroperasi dengan tetap menjaga keselamatan penerbangan (safety insurance), serta menjaga finansial maskapai agar tetap bisa beroperasi (business sustainability) dan menyediakan konektivitas transportasi udara nasional," lanjut Denon.
Sebelumnya, INACA mengusulkan kenaikan fuel surcharge dan TBA masing-masing sebesar 15 persen.
Baca Juga: Siap-siap! Tarif Tiket Pesawat Berpotensi Semakin Mahal
Namun, dengan lonjakan harga avtur yang jauh lebih tinggi dari perkiraan, asosiasi meminta agar penyesuaian tarif tersebut kembali dikaji sesuai kondisi terbaru.
Kenaikan harga avtur ini pun berpotensi berdampak langsung pada harga tiket pesawat domestik, seiring meningkatnya beban biaya operasional maskapai di tengah tekanan global yang masih tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global
-
Bulog Tindak Lanjuti Laporan Warga Sekitar Gudang, Pastikan Kenyamanan Lingkungan Tetap Terjaga
-
Kabar Tokopedia PHK Ribuan Karyawan, GOTO Bilang Begini
-
Harga Emas Pegadaian Naik di Sabtu 4 Juli 2026
-
Harga Emas Antam Stabil di Sabtu 4 Juli, Tapi
-
Ekspor Indonesia Terancam Melambat, Tarif AS dan Harga Komoditas Bayangi Semester II 2026
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City