- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah memiliki Saldo Anggaran Lebih sebesar Rp 420 triliun di Bank Indonesia.
- Dana tersebut disiapkan sebagai cadangan strategis untuk menjaga keuangan negara apabila terjadi lonjakan harga minyak global ekstrem.
- Pemerintah menargetkan defisit APBN tetap terjaga di bawah tiga persen melalui efisiensi belanja rutin seluruh kementerian dan lembaga.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kalau dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik Pemerintah masih ada Rp 420 triliun yang tersimpan di Bank Indonesia (BI).
Menkeu Purbaya menyebut kalau dana SAL ini terpaksa bakal Pemerintah apabila kondisi mulai terpepet imbas kenaikan harga minyak dunia dari perang Amerika Serikat vs Iran.
"Kalau kepepet saya punya SAL sekarang naik Rp 420 triliun," katanya di Wisma Danantara, Rabu (1/4/2026).
Untuk menjaga keuangan negara, Purbaya mengaku kalau Pemerintah melakukan beberapa efisiensi. Salah satu yang dibocorkan adalah pengurangan belanja Kementerian dan Lembaga (K/L).
"Ada penghematan sedikit-sedikit di sana sini. Kita melakukan penyelamatan tahap 1, tahap 2, tahap 3, di belanja kementerian lembaga yang tidak terlalu jelas," imbuhnya.
Ia juga memprediksi kalau defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terkendali di angka 2,9 persen, tidak melebihi 3 persen sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara
Menkeu Purbaya bahkan yakin kalau defisit APBN terkendali apabila rata-rata harga minyak global tembus 100 Dolar AS per barel dalam setahun penuh.
"Untuk sementara ya kalau asumsi harga minyak dunia rata-rata dari sini sampai akhir tahun atau setahun penuh, 100 dolar AS per barel," kata Purbaya di Wisma Danantara, Rabu (1/4/2026).
Untuk saat ini Purbaya menjelaskan kalau harga rata-rata minyak dunia masih di angka 76 atau 77 Dolar AS per barel. Angka ini masih di bawah asumsi perhitungan Pemerintah yang tembus 100 Dolar AS per barrel.
Baca Juga: Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik
"Jadi ruang kita masih terbuka lebar sepertinya. Jadi Anda enggak usah takut dengan kondisi APBN kita," jelasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik
-
Purbaya Ungkap Harga BBM Stabil karena Ditanggung Pertamina Sementara
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun
-
WFH ASN Resmi Berlaku, Pemerintah Bidik Penghematan BBM Jumbo
-
Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor