- Pemerintah menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp3,9 triliun bagi 22 juta keluarga penerima manfaat pada Maret dan April 2026.
- Pemerintah melakukan efisiensi anggaran melalui pemangkasan belanja non-prioritas sebesar Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun di setiap lembaga.
- Kebijakan transformasi energi dan kerja dari rumah diterapkan untuk menekan beban anggaran negara serta subsidi bahan bakar minyak.
Suara.com - Pemerintah memastikan program bantuan sosial tetap berjalan meski tengah melakukan efisiensi anggaran besar-besaran melalui paket transformasi budaya kerja dan kebijakan energi nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan, langkah penghematan yang dilakukan tidak akan mengurangi komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Penyaluran bantuan langsung tunai mitigasi risiko untuk 22 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang akan dilaksanakan di bulan ini dan bulan depan dengan nilai Rp3,9 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi dampak ekonomi di tengah tekanan global, sekaligus menjaga konsumsi rumah tangga tetap terjaga.
Di sisi lain, pemerintah tengah melakukan prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga dengan memangkas berbagai pos belanja non-prioritas.
“Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun,” katanya.
Penghematan dilakukan dengan mengalihkan anggaran dari perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, hingga kegiatan seremonial ke program yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan efisiensi energi melalui Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), pembatasan penggunaan kendaraan dinas, hingga pengurangan mobilitas.
Langkah tersebut diperkirakan mampu menekan beban anggaran negara sekaligus pengeluaran masyarakat dalam konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Baca Juga: APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus
“Potensi penghematan dari kebijakan Work From Home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun berupa penghematan kompensasi BBM,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengandalkan kebijakan energi seperti implementasi biodiesel B50 untuk menekan subsidi energi serta optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan efisiensi belanja negara.
Meski melakukan penghematan besar, pemerintah memastikan program perlindungan sosial tetap menjadi prioritas utama.
Lebih lanjut, Airlangga menilai kebijakan efisiensi yang dilakukan justru bertujuan memperkuat ruang fiskal agar pemerintah tetap mampu memberikan dukungan kepada masyarakat.
“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Siasat Airlangga Hadapi Gejolak Timur Tengah: Defisit APBN Tetap di Bawah 3%, ASN Bakal WFH?
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Ini Daftar Terbarunya
-
Emas Antam Tiba-tiba Mahal Lagi, Harganya Tembus Rp 2,9 Juta/Gram
-
Rupiah Kembali Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.983
-
APBN Mulai Ngos-ngosan! Anggaran Rapat Hotel dan Perjalanan Dinas PNS Mau di Hemat, MBG Gas Terus
-
Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal
-
Bidik Peluang ARA, IPO BSA Logistics (WBSA) Jadi Magnet Baru Investor Ritel
-
HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya
-
IHSG Dibuka Menghijau 1,43%, Simak Saham-saham yang Naik Pagi Ini
-
BPR Pembangunan Nagari Bangkrut, LPS Mulai Bayarkan Klaim Simpanan Nasabah
-
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini Usai Trump Sebut AS 'Tinggalkan' Perang Iran