- BUMN kini didorong untuk tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan.
- PP BUMN tidak hanya menjadi regulator, tetapi juga fasilitator dalam mendorong inovasi, pengembangan talenta, dan tata kelola profesional.
- Strategi baru ini bertujuan membuat BUMN lebih adaptif, kompetitif, dan responsif terhadap dinamika global serta kebutuhan masyarakat.
Suara.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki strategi baru di bawah kendali Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria. Tak lagi sekadar mengejar keuntungan, BUMN kini didorong bisa berkontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan.
Langkah ini ditegaskan dalam rapat yang digelar Dony bersama jajaran pejabat dan pimpinan tinggi BP BUMN, sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi peran BUMN dalam pembangunan ekonomi dan sosial nasional.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk merumuskan arah kebijakan strategis BUMN di tengah tantangan pembangunan yang kian kompleks dan dinamis, baik dari sisi ekonomi global maupun kebutuhan domestik.
Dony menegaskan, transformasi peran BUMN menjadi hal yang tidak bisa ditunda.
"BUMN didorong tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sosial dan lingkungan," ujar Dony dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Dalam strategi barunya, BP BUMN tidak hanya berfungsi sebagai regulator, tetapi juga berperan sebagai enabler. Peran ini diwujudkan melalui dukungan terhadap pengembangan talenta, dorongan inovasi, serta penguatan tata kelola yang profesional dan akuntabel.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar BUMN mampu bergerak lebih adaptif dan berdaya saing, sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perubahan global yang cepat.
Selain itu, penguatan fondasi kelembagaan juga menjadi kunci agar BUMN dapat menjalankan fungsi strategisnya secara optimal, tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan sosial.
Komitmen ini mencerminkan arah baru BUMN yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Dengan strategi tersebut, BUMN diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas sekaligus menjaga kinerja bisnis tetap solid di tengah tantangan global.
Baca Juga: BKI Jajaki Kerja Sama Global, Dorong Industri Maritim RI Naik Kelas
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara