- PT BKI berpartisipasi dalam Asia Pacific Maritime (APM) 2026 di Singapura guna memperkuat posisi maritim Indonesia secara global.
- Forum tersebut membahas isu pembangunan kapal, teknologi maritim, serta sistem kelautan berbasis listrik dan hibrida terkini.
- Delegasi BKI berinteraksi dengan pemangku kepentingan internasional dan mengunjungi booth asosiasi nasional untuk sinergi industri.
Suara.com - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI terus memperkuat posisi Indonesia di industri maritim global dengan aktif menjalin kerja sama internasional.
Langkah tersebut ditunjukkan melalui partisipasi BKI dalam ajang Asia Pacific Maritime (APM) 2026 yang digelar di Singapura.
Kehadiran ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jejaring sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam ekosistem maritim internasional.
Direktur Utama BKI, R Benny Susanto, mengatakan kehadiran perseroan dalam forum tersebut untuk berinteraksi langsung dengan pelaku industri maritim dari berbagai negara.
"Pameran dan konferensi ini membahas perkembangan industri pembangunan kapal, workboat, sektor lepas pantai, serta teknologi maritim, termasuk pengembangan sistem kelautan berbasis listrik dan hibrida," ujarnya seperti dikutip, Jumat (27/3/2026).
Selain mengikuti rangkaian konferensi, delegasi BKI juga menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha perkapalan hingga pengembang teknologi kelautan.
Dalam kegiatan tersebut, BKI turut mengunjungi booth Indonesian National Shipowner’s Association (INSA) dan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) sebagai upaya memperkuat sinergi antar pelaku industri nasional di kancah global.
Tak hanya itu, BKI juga melakukan kunjungan ke Weichai Group untuk menjajaki peluang kerja sama dan pertukaran informasi dalam pengembangan industri maritim.
Partisipasi ini menegaskan komitmen BKI dalam mendorong daya saing industri maritim nasional sekaligus memperluas kontribusi Indonesia di tingkat global.
Baca Juga: Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
IHSG Tersungkur Lagi Mendekati Level 6.900
-
Ekonom Ungkap Harga BBM Pertalite dan Solar Setelah Minyak Dunia Melonjak
-
Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM
-
Belum Ada Pembatasan, Bahlil Persilahkan Masyarakat Bebas Beli BBM Subsidi
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali
-
Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD
-
Jaga Terang di Hari Kemenangan, Cerita Petugas PLN Amankan Keandalan Listrik di Momen Idul Fitri
-
RI Sudah Punya Pos Impor Minyak Mentah Baru, Bahlil: Jangan Tanya Dari Mana?
-
Kompor Listrik Makin Dilirik, Biaya Masak Lebih Murah dari LPG
-
Purbaya Bantah Budaya 'ABS' Saat Hadapi Prabowo: Semua Kita Hitung Dengan Baik