- Presiden Prabowo Subianto membahas kelanjutan pembelian pesawat tempur KF-21 Boramae saat kunjungan bilateral ke Korea Selatan baru-baru ini.
- Pemerintah Indonesia segera mengirim tim teknis dan engineering untuk menyelesaikan kendala spesifikasi teknis proyek pesawat tempur tersebut.
- Indonesia dan Korea Selatan menandatangani sepuluh nota kesepahaman senilai 173 triliun rupiah mencakup sektor ekonomi hingga energi bersih.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan soal kelanjutan wacana pembelian pesawat tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan.
Menko Perekonomian menyebut kalau rencana ini menjadi salah satu yang dibahas Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Korea Selatan beberapa hari lalu.
"Ya jadi dalam pertemuan bilateral salah satu isu yang diangkat memang terkait dengan IFX (KF-21)," kata Airlangga dalam video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Jumat (3/4/2026).
Menko Airlangga mengungkapkan kalau Presiden Prabowo bakal mengirim tim khusus, baik itu technical maupun engineering, demi menyelesaikan rencana pembelian pesawat tempur.
Dari tim itu juga, lanjut Airlangga, ia mengharapkan ada pembayaran proyek baru karena wacana ini sudah dibahas dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kemudian dilanjutkan pada Joko Widodo (Jokowi).
"Memang ada isu-isu teknis terkait dengan spesifikasi dan yang lain, tetapi harapannya ini akan diselesaikan dengan dikirimnya tim ke sana," jelas Airlangga.
Diketahui Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan resmi meneken 10 Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) senilai 10 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 173 triliun.
“Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar USD atau sekitar Rp 173 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dikutip dari siaran pers, Kamis (2/4/2026).
Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung pengumuman dan pertukaran 10 Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Korea.
Baca Juga: Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini
“Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dikutip dari siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (2/4/2026).
Adapun kesepakatan yang dicapai antara Indonesia dan Korea mencakup berbagai sektor prioritas mulai dari ekonomi, energi, digital, hingga kesehatan dan industri masa depan.
Secara rinci, kerja sama tersebut meliputi pembentukan dialog strategis komprehensif, khusus, penguatan kerja sama ekonomi 2.0, pengembangan kemitraan mineral kritis, serta kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk Kesehatan dasar dan Pembangunan manusia.
Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan di bidang energi bersih, penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS), serta industri jasa pembangkit lepas pantai.
Lebih lanjut, kedua negara juga memperkuat kolaborasi dalam perlindungan dan penegakan hak kekayaan intelektual serta kerja sama keuangan, termasuk kemitraan antara Danantara Indonesia dengan Export-Import Bank of Korea.
Tag
Berita Terkait
-
Iran Tembak Jatuh Jet F-35 Milik Amerika Serikat di Wilayah Teheran Hari Ini
-
Lee Jong Won Diincar Bintangi Drakor Romansa Berjudul Disciplined Romance
-
Drakor Romansa Human X Gumiho Rilis Jajaran Pemain, Siap Tayang 2027
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Presiden Prabowo Ketemu Carmen Hearts2Hearts di Korsel, Kompak Finger Heart
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Turun ke Rp17.685, Dampaknya Bisa Bikin Kantong Warga Makin 'Kering'
-
IHSG Merosot Lagi di Awal Perdagangan, DSSA dan TPIA Terus Anjlok
-
Harga Emas Antam Meroket, Hari Ini Dipatok Rp 2.789.000 per Gram
-
Pertamina Operasikan Kapal Raksasa Pengangkut BBM, Bisa Angkut 160 Ribu KL
-
Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Buka Ruang Negosiasi dengan Iran
-
IHSG Bisa Rebound Hari Ini, Saham BUMI dan PTRO Masuk Rekomendasi
-
Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
-
Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah
-
Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan
-
Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia