Bisnis / Ekopol
Jum'at, 10 April 2026 | 14:06 WIB
Emmo JVH Max (Emmo id)
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional mengadakan 25.000 motor listrik merek Emmo untuk kendaraan dinas operasional program Makan Bergizi Gratis.
  • Pengamat otomotif meragukan kredibilitas produsen Emmo karena minimnya rekam jejak dan promosi produk di pasar nasional.
  • Terdapat indikasi desain motor Emmo mirip produk China yang dijual dengan harga jauh lebih murah di pasaran.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan hangat, namun kali ini bukan terkait menu makanannya, melainkan aspek operasionalnya.

Badan Gizi Nasional (BGN) selaku instansi pengawas program tersebut tengah disorot publik setelah melakukan pengadaan puluhan ribu unit motor listrik bermerek Emmo sebagai kendaraan dinas bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Meski penggunaan kendaraan listrik di instansi pemerintah telah menjadi kebijakan umum dalam rangka transisi energi, pemilihan merek Emmo memicu sorot.

Hal ini bermula dari unggahan video yang viral di media sosial pada awal April 2026, yang memperlihatkan deretan unit armada baru tersebut siap dikirim untuk menyukseskan operasional program MBG.

Rekam Jejak Merek Dipertanyakan Kalangan Otomotif

Kemunculan tiba-tiba merek Emmo di tengah proyek strategis nasional mengundang tanda tanya dari kalangan ahli otomotif. Ridwan Hanif Rahmadi, seorang pengamat otomotif nasional, mengungkapkan keraguannya terhadap profil produsen tersebut.

Ia mengaku belum pernah mendengar atau melihat eksistensi Emmo dalam pameran otomotif prestisius di tanah air.

“Saya nggak pernah tahu ada motor listrik merek Emmo. Sepertinya juga nggak pernah ikut pameran seperti GIIAS, IIMS, atau Jakarta Fair,” tulis Ridwan dalam akun media sosial resminya pada Kamis (9/4/2026).

Ridwan menambahkan bahwa produsen otomotif konvensional maupun listrik yang serius biasanya melakukan perkenalan produk secara masif melalui konferensi pers resmi atau undangan media.

Namun, hingga kini belum ada satu pun catatan mengenai undangan peluncuran atau rilis resmi dari pihak Emmo sejak perusahaan ini didirikan akhir 2025 kemarin. 

Isu Rebranding dan Identitas Produk China

Sorotan tajam juga mengarah pada spesifikasi produk. BGN tercatat memesan sebanyak 25.000 unit motor buatan Emmo, dengan salah satu model unggulannya adalah Emmo JVH Max.

Meskipun produsen mengklaim Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai nyaris 50 persen, ditemukan kemiripan desain yang sangat identik dengan produk asal China.

Secara visual, desain Emmo JVH Max terlihat sangat menyerupai motor listrik white label dari Tizhou Okla Automotive yang berbasis di Zhejiang, China.

Perbedaan hanya terlihat pada varian warna dan emblem yang disematkan. Kesamaan detail ditemukan pada hampir seluruh bagian, mulai dari lampu utama (headlamp), kaca depan (windshield), spakbor, hingga garis lekukan pada bagian penutup samping (fairing).

Load More