- Badan Gizi Nasional mengadakan 25.000 motor listrik merek Emmo untuk kendaraan dinas operasional program Makan Bergizi Gratis.
- Pengamat otomotif meragukan kredibilitas produsen Emmo karena minimnya rekam jejak dan promosi produk di pasar nasional.
- Terdapat indikasi desain motor Emmo mirip produk China yang dijual dengan harga jauh lebih murah di pasaran.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan hangat, namun kali ini bukan terkait menu makanannya, melainkan aspek operasionalnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) selaku instansi pengawas program tersebut tengah disorot publik setelah melakukan pengadaan puluhan ribu unit motor listrik bermerek Emmo sebagai kendaraan dinas bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Meski penggunaan kendaraan listrik di instansi pemerintah telah menjadi kebijakan umum dalam rangka transisi energi, pemilihan merek Emmo memicu sorot.
Hal ini bermula dari unggahan video yang viral di media sosial pada awal April 2026, yang memperlihatkan deretan unit armada baru tersebut siap dikirim untuk menyukseskan operasional program MBG.
Rekam Jejak Merek Dipertanyakan Kalangan Otomotif
Kemunculan tiba-tiba merek Emmo di tengah proyek strategis nasional mengundang tanda tanya dari kalangan ahli otomotif. Ridwan Hanif Rahmadi, seorang pengamat otomotif nasional, mengungkapkan keraguannya terhadap profil produsen tersebut.
Ia mengaku belum pernah mendengar atau melihat eksistensi Emmo dalam pameran otomotif prestisius di tanah air.
“Saya nggak pernah tahu ada motor listrik merek Emmo. Sepertinya juga nggak pernah ikut pameran seperti GIIAS, IIMS, atau Jakarta Fair,” tulis Ridwan dalam akun media sosial resminya pada Kamis (9/4/2026).
Ridwan menambahkan bahwa produsen otomotif konvensional maupun listrik yang serius biasanya melakukan perkenalan produk secara masif melalui konferensi pers resmi atau undangan media.
Namun, hingga kini belum ada satu pun catatan mengenai undangan peluncuran atau rilis resmi dari pihak Emmo sejak perusahaan ini didirikan akhir 2025 kemarin.
Isu Rebranding dan Identitas Produk China
Sorotan tajam juga mengarah pada spesifikasi produk. BGN tercatat memesan sebanyak 25.000 unit motor buatan Emmo, dengan salah satu model unggulannya adalah Emmo JVH Max.
Meskipun produsen mengklaim Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai nyaris 50 persen, ditemukan kemiripan desain yang sangat identik dengan produk asal China.
Secara visual, desain Emmo JVH Max terlihat sangat menyerupai motor listrik white label dari Tizhou Okla Automotive yang berbasis di Zhejiang, China.
Perbedaan hanya terlihat pada varian warna dan emblem yang disematkan. Kesamaan detail ditemukan pada hampir seluruh bagian, mulai dari lampu utama (headlamp), kaca depan (windshield), spakbor, hingga garis lekukan pada bagian penutup samping (fairing).
Berita Terkait
-
5 Motor Listrik dengan Baterai Swap, Anti Ribet Tanpa Cas
-
5 Pilihan Motor Trail Listrik dengan Fitur Fast Charging, Performa Tangguh
-
Tembus Triliunan, Sehebat Apa Motor Listrik Emmo Pesanan BGN Jika Diadu Lawan Honda?
-
4 Motor Listrik Murah yang Juga Cocok untuk Operasional MBG, Bisa Jadi Alternatif
-
Berapa Gaji Kepala SPPG? Kini Bakal Dapat Motor Listrik Seharga Rp42 Juta
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa
-
Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI
-
Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan
-
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM
-
Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya
-
Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital
-
Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional
-
Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini
-
Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda
-
PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI