- Bahlil lobi intensif otoritas Iran untuk bebaskan kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro.
- Meski jalur Selat Hormuz dibuka pasca-gencatan senjata Trump-Iran, kapal PIS masih tertahan.
- PIS dan Kemlu pantau keamanan awak dan kargo 24/7 guna persiapan teknis kepulangan kapal.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui bahwa proses pembebasan dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di Selat Hormuz masih berjalan alot.
Meski tensi geopolitik sempat mereda pasca-kesepakatan gencatan senjata antara Presiden AS Donald Trump dan otoritas Iran, nyatanya dua aset strategis nasional tersebut belum juga bisa melenggang pulang.
"Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya," ujar Bahlil dengan nada optimis namun hati-hati saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Dua kapal yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya terjebak saat sedang menjalankan tugas krusial terkait pengiriman pasokan minyak ke dalam negeri.
Terjebaknya kedua kapal ini menjadi ironi, mengingat jalur Selat Hormuz secara teknis telah dibuka kembali oleh Iran. Namun, birokrasi dan prosedur keamanan pasca-konflik tampaknya masih menjadi sandungan bagi armada berbendera Indonesia tersebut.
Pihak PIS tidak tinggal diam. Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Fokus utamanya adalah memastikan jalur diplomasi terbuka lebar agar otoritas Iran memberikan "lampu hijau" bagi keberangkatan kapal.
"Bersama dengan Kementerian Luar Negeri, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," tegas Vega dalam keterangannya, Rabu (8/4).
Vega juga menggarisbawahi bahwa keselamatan awak kapal adalah prioritas mutlak di atas segala kepentingan bisnis. PIS kini tengah bersiap secara teknis agar saat izin keluar diterbitkan, kapal bisa segera berlayar tanpa hambatan tambahan.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," pungkasnya.
Baca Juga: Viral Mahasiswa Indonesia Bongkar Listrik di Iran saat Perang
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
-
Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini
-
Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia
-
Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru
-
128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan