Bisnis / Makro
Jum'at, 10 April 2026 | 17:39 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (10/4/2026). [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • Bahlil lobi intensif otoritas Iran untuk bebaskan kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro.
  • Meski jalur Selat Hormuz dibuka pasca-gencatan senjata Trump-Iran, kapal PIS masih tertahan.
  • PIS dan Kemlu pantau keamanan awak dan kargo 24/7 guna persiapan teknis kepulangan kapal.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui bahwa proses pembebasan dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di Selat Hormuz masih berjalan alot.

Meski tensi geopolitik sempat mereda pasca-kesepakatan gencatan senjata antara Presiden AS Donald Trump dan otoritas Iran, nyatanya dua aset strategis nasional tersebut belum juga bisa melenggang pulang.

"Kita lagi sedang berkomunikasi terus ya," ujar Bahlil dengan nada optimis namun hati-hati saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Dua kapal yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya terjebak saat sedang menjalankan tugas krusial terkait pengiriman pasokan minyak ke dalam negeri.

Terjebaknya kedua kapal ini menjadi ironi, mengingat jalur Selat Hormuz secara teknis telah dibuka kembali oleh Iran. Namun, birokrasi dan prosedur keamanan pasca-konflik tampaknya masih menjadi sandungan bagi armada berbendera Indonesia tersebut.

Pihak PIS tidak tinggal diam. Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Fokus utamanya adalah memastikan jalur diplomasi terbuka lebar agar otoritas Iran memberikan "lampu hijau" bagi keberangkatan kapal.

"Bersama dengan Kementerian Luar Negeri, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," tegas Vega dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Vega juga menggarisbawahi bahwa keselamatan awak kapal adalah prioritas mutlak di atas segala kepentingan bisnis. PIS kini tengah bersiap secara teknis agar saat izin keluar diterbitkan, kapal bisa segera berlayar tanpa hambatan tambahan.

"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," pungkasnya.

Baca Juga: Viral Mahasiswa Indonesia Bongkar Listrik di Iran saat Perang

Load More