- Riset PWC menunjukkan adopsi AI di Indonesia tinggi namun hanya 12 persen yang memberikan dampak bisnis nyata.
- BytePlus menyelenggarakan BytePlus Indonesia AI Day 2026 untuk mendukung transformasi digital perusahaan melalui solusi AI mutakhir.
- Implementasi teknologi AI BytePlus berhasil meningkatkan efisiensi operasional serta pengalaman pelanggan bagi perusahaan seperti Transjakarta dan Volantis.
Suara.com - Riset dari PWC mengungkapkan kalau penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk skala bisnis di Indonesia masih cukup rendah.
Adopsi AI yang menghasilkan dampak bisnis nyata hanya 12 persen. Padahal, adopsi penggunaan AI di Indonesia sudah sangat tinggi dengan persentase 96 persen.
Berangkat dari sana, BytePlus Indonesia AI Day 2026 resmi digelar. Ajang ini menghadirkan ragam solusi berbasis AI terbaru dari anak perusahaan ByteDance yang dirancang untuk mendukung transformasi digital perusahaan dari berbagai sektor mulai dari e-commerce, digital native, media, hingga sektor publik.
Leon Chen selaku Regional Lead BytePlus untuk Indonesia dan Malaysia, mengatakan pihaknya melihat AI sebagai katalis untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan, termasuk di Indonesia.
"Melalui solusi berbasis AI yang kami perkenalkan di BytePlus AI Day Indonesia 2026, kami mendukung perusahaan di Indonesia untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, mempercepat inovasi, dan memperkuat daya saing di tengah dinamika pasar yang terus berubah," katanya, dikutip dari siaran pers, Senin (20/4/2026).
Dalam acara itu, BytePlus menghadirkan beragam solusi berbasis AI salah satunya adalah BytePlus ModelArk. Ini adalah platform terpadu untuk large language models (LLM) yang memungkinkan developer memilih dan mengintegrasikan berbagai model untuk berbagai aplikasi, mulai dari chatbot cerdas hingga konten yang kaya personalisasi.
BytePlus juga memperkenalkan rangkaian model Seed yang memungkinkan perusahaan hingga layanan masyarakat di Indonesia untuk mengembangkan pengalaman digital yang terintegrasi di atas infrastruktur siap pakai.
Mulai dari Dola Seed 2.0 yang menggabungkan kemampuan penalaran dasar, Dreamina Seedance 2.0 yang membuat video secara dinamis, hingga Dola Seedream 5.0 yang menghasilkan gambar dari bahasa alami secara mutakhir.
BytePlus juga menggelar sejumlah diskusi bersama perwakilan lintas industri untuk mengulas dampak nyata pemanfaatan solusi berbasis AI di sejumlah perusahaan Indonesia dari berbagai skala, mulai dari peningkatan efisiensi operasional hingga penguatan pengalaman pelanggan.
Baca Juga: AI sebagai Teman Curhat: Solusi atau Ancaman Relasi Sosial?
Salah satunya adalah Transjakarta, operator Bus Rapid Transit (BRT) terbesar di Asia Tenggara. Dengan mengintegrasikan solusi layanan chatbot bertenaga AI dari BytePlus ke aplikasi TJ: Transjakarta, penumpang kini dapat mengakses informasi rute, jadwal, dan layanan secara cepat melalui interaksi bahasa alami, meningkatkan kenyamanan dan efektivitas perencanaan perjalanan dalam kota.
Kinerja chatbot ini juga berhasil mengurangi waktu penanganan pertanyaan pelanggan hingga 93,82 persen di berbagai platform media sosial milik Transjakarta. Ini memungkinkan ribuan pertanyaan dari pengguna layanan untuk ditangani secara bersamaan dan konsisten, bahkan pada jam sibuk.
Pemanfaatan solusi AI milik BytePlus juga dibagikan oleh Volantis Technology, perusahaan pengelola data (big data) di Asia Tenggara. Perusahaan ini memanfaatkan model Seed 1.8 Pro melalui platform BytePlus ModelArk untuk menyatukan data yang terfragmentasi menjadi solusi berbasis AI siap pakai.
Pendekatan ini memungkinkan otomatisasi multi-langkah, manajemen berbasis AI, dan proses kurasi konten pelanggan dengan biaya operasional yang lebih efisien dibandingkan dengan model premium lainnya.
Hasil dari efisiensi ini memungkinkan Volantis memperluas operasional dan mendiversifikasi jangkauan pasar, melebihi sektor enterprise dan pemerintahan.
Inovasi ini sekaligus mendukung ekspansi perusahaan ke pasar B2C (Business-to-Consumer) melalui peluncuran Sophia, asisten kerja bertenaga AI milik Volantis.
Selain memperkuat posisi perusahaan sebagai mitra penting dalam transformasi digital Indonesia, BytePlus menekankan bahwa adopsi AI oleh perusahaan hingga layanan masyarakat di Indonesia bukan sekadar teknologi, melainkan strategi pertumbuhan.
“Melalui solusi AI dari BytePlus, perusahaan hingga layanan masyarakat dapat mendorong inovasi, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan memperkuat daya saing di tengah tuntutan pasar yang dinamis,” jelas Leon.
Berita Terkait
-
AI sebagai Teman Curhat: Solusi atau Ancaman Relasi Sosial?
-
Donald Trump Disulap Jadi Minion! Iran Olok-olok AS Tak Bisa Buka Selat Hormuz
-
LG Siap Hadapi Gempuran Produk China, Fokus Inovasi Bukan Perang Harga
-
Wamen Komdigi Soroti Bahaya AI Deepfake, Minta Konten Diberi Watermark agar Tak Menyesatkan
-
Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan