- LG Electronics merespons persaingan ketat produsen China dengan memperluas segmen pasar menengah melalui efisiensi rantai produksi di Asia.
- Perusahaan tetap mempertahankan dominasi global di pasar televisi premium dengan fokus utama pada inovasi teknologi layar OLED mutakhir.
- LG memprioritaskan peningkatan pengalaman pengguna melalui integrasi kecerdasan buatan pada perangkat elektronik agar lebih cerdas dan adaptif.
Suara.com - LG Electronics mengungkap strategi besar mereka dalam menghadapi persaingan ketat di industri elektronik global, terutama dari produsen asal China yang agresif menawarkan produk berharga murah dengan fitur teknologi tinggi.
Dalam sesi diskusi bisnis, pihak LG mengakui bahwa merek-merek China kini semakin kuat di pasar global, termasuk Asia, dengan strategi harga rendah dan inovasi cepat.
“Kami melihat para kompetitor baru, terutama dari brand China, masuk ke pasar dengan produk berharga rendah namun tetap membawa teknologi yang cukup agresif,” ujar Regional CEO LG Electronics Asia Pasifik, Jaeseung Kim dalam ajang LG InnoFest 2026 APAC di Busan, Korea Selatan belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa sejumlah perusahaan China bahkan menggabungkan strategi ekspansi melalui kerja sama hingga akuisisi untuk mempercepat pertumbuhan pangsa pasar mereka.
LG Tetap Fokus Premium, Tapi Mulai Masuk Segmen Menengah
Menanggapi tekanan kompetisi tersebut, LG menegaskan bahwa perusahaan selama ini tetap fokus pada segmen premium, namun kini mulai melakukan penyesuaian strategi produk.
“Kami adalah pemain dominan di segmen premium, tetapi kami tidak bisa hanya bertahan di situ. Dalam tiga tahun terakhir, kami sudah menyiapkan portofolio baru di segmen menengah dan terjangkau,” jelasnya.
Ia menyebut bahwa perusahaan telah memperkuat rantai produksi di Asia, termasuk Vietnam, Thailand, Indonesia, dan China, untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menghadirkan produk dengan harga lebih kompetitif tanpa mengorbankan kualitas.
“Tujuan kami adalah menghadirkan produk yang tetap berkualitas tinggi, tetapi lebih terjangkau agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen,” tambahnya.
Baca Juga: Wamen Komdigi Soroti Bahaya AI Deepfake, Minta Konten Diberi Watermark agar Tak Menyesatkan
OLED Jadi Senjata Utama LG Hadapi Persaingan
Di tengah persaingan harga, LG memilih tidak ikut perang harga secara agresif, melainkan memperkuat inovasi teknologi, terutama pada lini televisi OLED.
Perusahaan mengklaim tetap menjadi pemimpin global di segmen ini selama lebih dari satu dekade.
“LG telah memimpin inovasi OLED selama 13 tahun dan terus berada di garis depan pasar TV premium,” ujar Jaeseung Kim.
Pada 2025, LG disebut menguasai hampir 50 persen pasar global TV OLED, dengan dominasi lebih dari 60 persen di kawasan Asia dan Australia.
Fokus ke Pengalaman Pengguna, Bukan Sekadar Spesifikasi
Berita Terkait
-
Robot Vacuum dan AI Jadi Tren, LG Bidik Lonjakan Permintaan Smart Cleaning di Indonesia
-
Lintasarta Andalkan AI Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran 2026: Pemulihan Jaringan Lebih Cepat 60%
-
LG Ungkap Tantangan Smart Home di Indonesia, Edukasi Konsumen dan Teknologi AI Jadi Kunci
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Begini Cara LG Taklukkan Pasar Indonesia : Teknologi Global, Sentuhan Lokal
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan