- Pemerintah Iran melancarkan serangan propaganda digital menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk menyindir citra politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
- Konten yang disebarkan berupa video manipulasi AI yang menampilkan karakter kartun Trump dalam berbagai narasi konflik Timur Tengah.
- Pakar menilai penggunaan konten absurd ini merupakan era baru perang informasi untuk memengaruhi persepsi publik secara global.
Suara.com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kini merambah ke ranah digital.
Iran melancarkan serangan propaganda berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan menyebarkan video yang menggambarkan Presiden AS Donald Trump sebagai karakter Minion.
Dalam video tersebut, versi kartun Trump tampak berusaha membuka Selat Hormuz, namun selalu gagal.
Adegan berlanjut dengan karakter lain yang mewakili negara-negara sekutu AS bersorak, sebelum akhirnya Minion Iran menekan tombol dan menutup jalur strategis itu.
Sebelumnya, kedutaan Iran juga membagikan video AI lain yang lebih kontroversial, menampilkan sosok Yesus yang menjatuhkan Trump ke dalam neraka.
Konten-konten ini menjadi bagian dari gelombang propaganda digital yang menargetkan citra Amerika Serikat di tengah konflik Timur Tengah.
Pakar propaganda dan sejarawan, Ian Garner, menilai fenomena ini mencerminkan era baru perang informasi global.
“Negara seperti Iran kini bisa memanfaatkan teknologi murah untuk menyebarkan propaganda secara masif ke seluruh dunia,” ujarnya dilansir dari Metro.uk
Ia menambahkan, gaya konten yang terkesan absurd justru membuat konflik terlihat seperti dark jokes.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Ancam AS-Israel: Jangan Main-main dengan AL Iran
“Realitas perang, korban jiwa dan dampak ekonomi, bisa terasa kurang signifikan karena dibungkus dalam konten yang tidak serius,” kata Garner.
Di sisi lain, Trump juga ikut memanaskan situasi dengan membagikan gambar AI yang menampilkan dirinya dipeluk Yesus.
Namun unggahan tersebut menuai kritik luas, bahkan dari pendukungnya sendiri, yang menilai konten itu berlebihan.
Berita Terkait
-
Mojtaba Khamenei Ancam AS-Israel: Jangan Main-main dengan AL Iran
-
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
-
Prabowo Masih Menimbang-nimbang Siapa Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
-
Didukung Bebi Romeo dan Once Mekel, Janner Clay Siahaan Rilis 6 Karya Sekaligus
-
DBL Indonesia Buka Musim Baru dengan Gebrakan Besar, 31 Kota Jadi Rumah bagi Para Pengejar Mimpi
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija