- Harga minyak dunia meningkat pada 24 April 2026 akibat kekhawatiran eskalasi militer di wilayah Timur Tengah.
- Ketegangan dipicu aksi militer Iran di Selat Hormuz serta laporan aktifnya sistem pertahanan udara di Teheran.
- Konflik yang berlanjut di jalur krusial tersebut mengancam pasokan energi global dan memicu kenaikan premi risiko.
Suara.com - Harga minyak dunia merangkak naik pada Jumat pagi, 24 April 2026 menyusul kekhawatiran eskalasi militer di Timur Tengah.
Lonjakan ini dipicu oleh rilis rekaman pasukan komando Iran yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz, serta laporan mengenai aktifnya sistem pertahanan udara Teheran terhadap objek yang dianggap sebagai ancaman.
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,23 dolar AS atau 1,17 persen, menjadi 106,3 dolar AS per barel pada pukul 01.07 GMT (08.07 WIB), sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 1,07 dolar AS atau 1,12 persen, menjadi 96,92 dolar AS.
Kedua harga minyak acuan tersebut ditutup menguat lebih dari 3 persen pada Kamis, dengan kenaikan mencapai 5 dolar AS per barel.
Lonjakan ini dipicu oleh laporan aktifnya sistem pertahanan udara di Teheran, serta adanya kabar mengenai perebutan kekuasaan antara kelompok garis keras dan moderat di Iran.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran kemungkinan telah memperkuat persenjataannya selama masa gencatan senjata dua minggu terakhir. Meski demikian, ia menegaskan militer AS mampu melumpuhkan kekuatan tersebut hanya dalam satu hari.
Analisis dari Haitong Futures menyebutkan bahwa fase gencatan senjata ini semakin terlihat seperti persiapan menuju perang.
Jika negosiasi antara AS dan Iran tidak menunjukkan kemajuan signifikan hingga akhir April dan konflik kembali pecah, harga minyak diprediksi akan melonjak ke level tertinggi baru tahun ini.
Pascakegagalan perundingan damai, Iran merilis video pasukan komando menggunakan kapal cepat saat menyerbu sebuah kapal kargo besar pada Kamis.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi
Langkah ini mempertegas kendali Teheran atas Selat Hormuz, jalur krusial yang melayani 20 persen aliran minyak dan gas global.
Di tengah harapan dunia akan perdamaian jangka panjang, Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan menetapkan tenggat waktu untuk mengakhiri konflik dan tetap mengincar sebuah kesepakatan besar.
"Jangan mendesak saya," cetusnya saat ditanya mengenai batas waktu penantian untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran.
Gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz berpotensi menekan stok minyak mentah dan produk olahan global, hingga di bawah level terendah musiman lima tahunan pada akhir Mei atau awal Juni.
Menurut Mingyu Gao, peneliti utama energi di China Futures, kondisi ini akan mengembalikan premi risiko pasokan pada harga minyak dunia.
Di sisi lain, Donald Trump melalui unggahannya pada Kamis mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih.
Sebelum pengumuman tersebut, Israel sempat memberikan peringatan bahwa pihaknya siap melancarkan kembali serangan terhadap Iran.
Berita Terkait
-
Kebijakan DMO Jaga Harga Minyak Goreng Tetap Stabil
-
Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo