- BPI Danantara akan mengevaluasi menyeluruh sistem keselamatan PT KAI pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.
- Pemerintah menargetkan perbaikan 1.800 lintasan kereta api serta pemasangan pintu pengaman sebagai upaya peningkatan keamanan transportasi massal nasional.
- Insiden tabrakan kereta tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 76 penumpang lainnya mengalami luka-luka di lokasi kejadian.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bakal mengevaluasi PT KAI usai terjadinya insiden kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
CEO Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan duka cita dan prihatin atas tragedi kecelakaan KRL yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026 tersebut. Ia memastikan bakal meninjau menyeluruh terhadap PT KAI, khususnya sistem keselamatan kereta.
"Tentunya kita akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap, terutama, keselamatan segala sistem yang ada, dan memang kita selalu mengevaluasi secara menyeluruh lah gitu ya," ujar Rosan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa aspek keselamatan adalah hal paling utama dalam layanan yang diberikan Danantara, di samping upaya peningkatan kenyamanan dalam transportasi publik.
Di kesempatan terpisah, COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria juga turut berduka cita dan prihatin terhadap kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Menurutnya, evaluasi Danantara terhadap PT KAI sebenarnya sudah masuk dalam program kerja tahun ini. Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Dony mengungkapkan Danantara akan memperbaiki 1.800 lintasan kereta api, termasuk pemasangan pintu pengaman.
"Apalagi dengan kejadian ini kita melakukan evaluasi total terhadap keamanan daripada transportasi massal kita. Dan itu Bapak Presiden menyampaikan akan ada tambahan untuk keseluruhan dari proses keamanan, dan juga kita akan evaluasi," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Tak hanya itu, Dony menyebut Danantara bakal mengevaluasi manajemen PT KAI. Mereka juga mengusut bagaimana penyebab, efek, hingga dugaan adanya faktor lain dari insiden tersebut.
Saat ini mereka masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai bahan evaluasi manajemen PT KAI.
Baca Juga: RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
"Itu akan kita evaluasi juga bagaimana penyebab, efek, apakah ada unsur dan lain lain, kita tunggu hasil dari pada KNKT itu akan kita jadikan sebagai bahan untuk evaluasi daripada manajemen kita," pungkasnya.
Sementara itu Polda Metro Jaya menyebutkan korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, berjumlah 15 orang.
"10 jenazah di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, satu jenazah di RS Mitra Keluarga," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Selasa (28/4/2026).
Untuk korban luka-luka sebanyak 76 orang, namun Budi belum merincikan untuk jenis luka apa saja yang dialami para korban.
Tag
Berita Terkait
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi
-
Sopir Taksi Green SM Diperiksa Polisi Terkait Kecelakaan KRL di Bekasi Timur!
-
Pemprov DKI Sampaikan Duka, Guru SDN Pulogebang 11 Jadi Korban Tabrakan KRL
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam