- Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memperketat pengawasan BBM subsidi melalui sistem QR Code untuk memastikan distribusi tepat sasaran.
- Perusahaan memantau pola transaksi mencurigakan dan melakukan verifikasi ulang bagi pengguna untuk mencegah penyalahgunaan kuota BBM bersubsidi.
- Pertamina membuka 147 helpdesk di Jawa Timur guna membantu masyarakat melakukan pendaftaran ulang dan mengatasi kendala teknis.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memperketat pengawasan penyaluran BBM subsidi melalui sistem QR Code. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi energi bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Upaya ini dilakukan melalui evaluasi dan pemutakhiran data konsumen secara berkala, sekaligus memperkuat sistem pengawasan transaksi di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi program Subsidi Tepat yang dicanangkan pemerintah.
"Pemutakhiran data merupakan langkah strategis untuk memastikan penggunaan QR Code dan kuota BBM subsidi sesuai dengan kepemilikan kendaraan yang sah," ujarnya seperti dikutip, Kamis (30/4/2026).
Ia menegaskan, penerapan QR Code menjadi instrumen penting dalam mengontrol distribusi BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite agar hanya digunakan oleh pihak yang berhak.
Selain itu, sistem juga dirancang untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan. Pertamina secara berkala memantau pola transaksi, termasuk pengisian dalam jumlah besar dalam waktu berdekatan atau penggunaan QR Code di beberapa SPBU dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi adanya penyalahgunaan QR Code oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga perlu dilakukan proses verifikasi ulang.
Di sisi lain, Pertamina juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Dalam pertemuan yang digelar pada Rabu (29/4), perusahaan menerima berbagai aspirasi dari kelompok sopir truk terkait kendala penggunaan barcode di lapangan.
Ahad menilai masukan tersebut sebagai bagian penting dalam peningkatan layanan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Besok Harga Pertamax Naik?
"Aksi yang dilakukan para sopir merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan perhatian dari pelanggan," jelasnya.
Untuk mengatasi kendala teknis, Pertamina telah membuka 147 helpdesk di seluruh wilayah Jawa Timur guna mempercepat proses verifikasi ulang dan pengaktifan kembali QR Code.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 119 kendaraan telah melakukan pendaftaran ulang. Dari jumlah tersebut, sekitar 73,1 persen atau 87 kendaraan berhasil menyelesaikan proses, sementara sisanya masih terkendala masalah administrasi seperti data kendaraan yang belum sesuai.
Pertamina pun mengimbau masyarakat yang mengalami kendala agar segera melakukan pendaftaran ulang melalui sistem yang telah disediakan, guna memastikan akses terhadap BBM subsidi tetap lancar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123