Bisnis / Inspiratif
Senin, 04 Mei 2026 | 07:31 WIB
Pemilik Mi Ayam TPMC, Marinem (kiri) dan Edi Rosadi (kanan) berpose di dalam warunya. (Suara.com/Irwan Febri)
Baca 10 detik
  • Mi Ayam TPMC di Bantul berdiri sejak 1996 dan konsisten menerapkan filosofi Jawa Nrimo ing Pandum dalam usahanya.
  • Edi Rosadi dan Marinem mengelola usaha secara mandiri dengan standar BPOM serta menghasilkan omzet harian Rp2,5 juta.
  • Sejak merintis, usaha ini bermitra dengan BRI untuk permodalan, fasilitas QRIS, serta menabung guna mengembangkan kesejahteraan keluarga pemilik.

Dukungan BRI dalam Perjalanan Mi Ayam TPMC

Dukungan banner menu dari BRI untuk Mi Ayam TPMC. (Suara.com/Irwan Febri)

Pada sebuah usaha, perbantuan modal menjadi sebuah hal yang lumrah. Edi Rosadi dan Marinem bercerita bahwa pada awal merintis Mi Ayam TPMC pada 1996, dirinya mendapat bantuan pinjaman Rp3 juta dari BRI untuk usaha.

Kemitraan dengan BRI terus berlanjut sampai sekarang, baik dulu bersama BRI Unit Katamso hingga kini bersaama BRI Unit Baturetno.

"Mengenai pinjam bank, tahun 1996 sudah masuk ke BRI. Belum ada KUR saat itu, pinjaman pertama 3 juta. Setelah itu, buat modal usaha juga," kata Edi.

"Nasabah lama, dulu di BRI Unit Katamso. Terus ada peraturan sesuai daerah, kemudian saya Baturetno. BRI mendukung, kalau saya butuh modal dibantu. Kami sudah ambil enam kali di BRI. Tapi kami misal pinjam dua tahun, setahun itu sudah lunas sebelum ambil lagi," sahut Marinem.

Tak hanya permodalan, BRI turut mendukung keperluan Mi Ayam TPMC lainnya, seperti banner menu hingga QRIS untuk membantu pembayaran pembeli, sekaligus sarana menabung.

Layanan QRIS dari BRI di Mi Ayam TPMC, Bantul. (Suara.com/Irwan Febri)

"Alhamdulillah bagus QRIS dari BRI, yang ngasih ya orang BRI. Membantu sekali, banyak pelanggan yang pakai, terutama kalau tanggal 15 ke atas itu QRIS, sama kalau weekend," kata Marinem.

"Selain itu, umpama saya tidak bisa menyisihkan, jadi tersisihkan karena tidak langsung untuk dipakai. Tapi itu masuk rekening pinjaman, mengurangi angsuran," imbuh wanita kelahiran 1977 itu.

Dari usaha mi ayam dengan filosofi 'Nrimo Ing Pandum', Edi Rosadi dan Marinem pun sudah mampu memenuhi kebutuhan hidup. Keduanya berharap bisa terus bermitra dengan BRI.

Baca Juga: Balas Dendam Masalah Geng, Polisi Ciduk Dua Pelaku Penganiayaan Pelajar Berujung Tewas di Bantul

"Alhamdulillah baik, sudah punya rumah, tanah, kendaraan dari usaha mi ayam," ungkap Edi dengan senyum ramahnya.

"Harapannya ke depan, kalau lepas dari yang punya bangunan mi ayam, bisa dibantu saja. Dibantu beli oleh BRI. BRI membantu supaya bisa membeli lahan untuk terus jualan," timpal sang istri.

Mantri BRI Unit Baturetno, Yudhi Pamungkas, saat ditemui di kantornya. (Suara.com/Irwan Febri)

Kesuksesan Mi Ayam TMPC turut membuat Yudhi Pamungkas selaku Mantri BRI Unit Baturetno merasa bangga. Ia berharap usaha Edi Rosadi dan Marinem terus berkembang serta terus menjadi mitra BRI.

"Usahanya bagus ya, lancar. Viral juga karena banyak vlogger yang ke sana," kata Yudhi kepada Suara.com ketika ditemui di BRI Unit Baturetno.

"Pembayarannya di sana juga sudah pakai QRIS, untuk mengurangi uang fisik dan mempermudah kembalian. Rata-rata perbulan itu Rp7 juta per bulan dari QRIS," lanjutnya.

"Senang punya nasabah seperti ini, semoga Mi Ayam TPMC berkembang lagi dan terus bersama BRI," tutur mantri yang sudah 16 tahun bersama BRI itu.

Load More